Mayoritas Koperasi di Daerah Ini Tidak Sehat

Kamis, 28 Desember 2017 - 14:47 WIB
Mayoritas Koperasi di...
Mayoritas Koperasi di Daerah Ini Tidak Sehat
A A A
SLEMAN - Jumlah koperasi di Sleman, Yogyakarta, yang kondisinya tidak sehat masih cukup banyak. Terbukti dari 145 koperasi yang dinilai Pemkab setempat, hanya 18 atau 12,4% koperasi yang kondisinya sehat, sisanya 127 atau 87,6% kurang sehat dan sedang dalam pengawasan.

Bahkan, jumlah ini masih bisa bertambah, sebab belum semua koperasi yang ada di Sleman dinilai. Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Sleman guna meningkatkan kualitas manajemen koperasi, baik dengan pendampingan maupun merehabilitasinya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sleman, Pustopo mengakui hal tersebut. Untuk penyebabnya sendiri bermacam-macam, di antaranya tidak memiliki komitmen, dan tujuan yang jelas ketika dibangun.

Bisa saja, lanjut dia, koperasi tersebut dibangun hanya untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah serta kepentingan pengurusnya. Selain itu, minimnya modal juga menyebabkan kondisi koperasi menjadi tidak sehat.

Dengan modal minim, selain koperasi tidak dapat berkembang, tentunya juga belum mampu memberikan kepuasan terhadap anggota dan nasabahnya.

"Penyebab lainnya, koperasi belum memiliki SDM berkualitas. Pdahal itu sangat penting, terutama dalam pengelolaan manajemen koperasi itu," kata Pustopo saat penyerahan sertifikat kesehatan Koperasi di unit I Pemkab Sleman, Yogyakarta, Kamis (28/12/2017).

Menurutnya, koperasi ini memiliki peran sangat penting. Selain sebagai soko guru perekonomian, juga lantaran di Sleman mayoritas usaha masih berbentuk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sementara UMKM banyak yang dihidupi oleh koperasi.

"Karena itu, bagi koperasi yang telah menerima sertifikat diharapkan segera mengevaluasi, terutama kurangnya pengembangan dan meningkatkan kualitas," harapnya.

Pustopo menuturkan, untuk penilain koperasi, ada beberapa kriteria yang digunakan, yaitu permodalan, produktivitas, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian, jati diri koperasi dan kepatuhan prinsip syariah (khusus koperasi syariah).

Menanggapi banyaknya koperasi yang tidak sehat, wakil ketua DPRD Sleman Inoki Azmi Purnomo mengatakan, pengurus, pengawas, penasihat dan anggota koperasi yang solid diperlukan untuk membangun koperasi yang sehat dan berhasil.

Selain itu, dibutuhkan pelayanan yang memuaskan terhadap seluruh kebutuhan anggota. "Manajemen harus menerapkan sistem kerja yang terbuka dan transparan," imbuhnya.

Inoki menambahkan, untuk mewujudkan koperasi yang sehat dan berhasil, juga dibutuhkan inovasi dalam pengembangan usaha. Tanpa adanya inovasi, pengembangan koperasi akan mengalami kemandekan.

"Ditambah lagi, program keanggotaan yang menitikberatkan pada upaya perlindungan usaha perlu diupayakan oleh koperasi agar bisa menimbulkan daya tarik," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tranformasi Koperasi...
Tranformasi Koperasi untuk Generasi Muda
Anggota KSP Sejahtera...
Anggota KSP Sejahtera Bersama Minta Kemenkop Bantu Selesaikan Masalah
HUT ke-77 Harkopnas,...
HUT ke-77 Harkopnas, Momentum Persatuan Gerakan Koperasi
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
DDI Galbar Gagas Koperasi...
DDI Galbar Gagas Koperasi Berbasis Manajemen Madrasah
Transformasi Koperasi...
Transformasi Koperasi Digital 4.0 ala MMSI Fokus Sejahterakan Anggotanya
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
44 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
59 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved