BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Rekrut 5 ribu Agen Perisai di 2018

Kamis, 28 Desember 2017 - 21:03 WIB
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Rekrut 5 ribu Agen Perisai di 2018
A A A
JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) siapkan strategi untuk merekrut secara bertahap 5 ribu agen Perisai di 2018. Agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) tersebut akan melakukan akuisisi 3 juta peserta baru. Direktur Utama BPJSTK, Agus Susanto mengatakan telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 2016.

Kerja sama tersebut antara lain dalam upaya peningkatan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia. "Kami melakukan adopsi sistem keagenan Sharoushi, yang terbukti telah berhasil diaplikasikan di Jepang," ujar Agus dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Di pengujung tahun 2017 ini, BPJSTK diundang ke Tokyo oleh Pemerintah Jepang yang diwakili oleh JICA dan Federasi Sharoushi, guna melakukan pertemuan bilateral untuk evaluasi kerja sama tersebut. Kegiatan high level meeting ini dihadiri Direksi BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan dari JICA, Kementerian Kesehatan dan Ketenagakerjaan Jepang, para pimpinan Federasi Sharoushi serta KBRI Jepang.

Agus menjelaskan, saat ini terdapat 126 Juta angkatan kerja di Indonesia, namun yang wajib menjadi peserta sebanyak 86 Juta pekerja selain PNS, TNI dan Polri. Sedangkan yang telah terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 47 Juta tenaga kerja, dan yang masih aktif mengiur sebanyak 25,4 juta.

Untuk meraup penambahan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan berinisiatif mengembangkan sistem keagenan kepesertaan yang diadopsi dari Sharoushi dan Japan Collection System, yaitu Perisai.

Agus mengatakan, pilot project Perisai telah dilaksanakan terlebih dahulu di 10 Provinsi di Indonesia. Hasilnya cukup baik serta disambut positif oleh masyarakat pekerja. Selanjutnya BPJS Ketenagakerjaan menyempurnakan Perisai dengan sistem aplikasi digital berbasis internet yang dioperasikan

melalui smartphone. Aplikasi ini mengintegrasikan sistem yang ada di BPJS Ketenagakerjaan dengan sistem di Bank. Dengan aplikasi digital ini,seluruh proses ditangani secara Elektronis, Straight Trough Processing (STP), Single Sign On, dan Paperless.

Namun, kata Agus, pihaknya tidak mengadopsi bulat-bulat sistem Sharoushi, melainkan disesuaikan dengan budaya Indonesia dan disempurnakan dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis digital. Aplikasi ini tidak hanya mempermudah sistem kerja Perisai dalam mengakuisisi peserta, juga memudahkan pemantauan secara real time. Selain itu, aplikasi Perisai digunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk meminimalisir risiko terjadinya fraud.

Dan baru sebulan diimplementasikan, terang dia, aplikasi Perisai telah berhasil mengakuisisi 12 ribu peserta baru, dengan jumlah Perisai yang telah direkrut tercatat sebanyak 512 orang. "Namun yang aktif melakukan akuisisi baru 195 orang Perisai," tambah Agus.

Sebagai bentuk apresiasi pelaksanaan tugasnya, Perisai akan mendapatkan insentif yang menarik dari BPJS Ketenagakerjaan. Insentif pertama adalah Insentif Akuisisi sebesar Rp500 ribu per bulan, dengan syarat harus melakukan akuisisi peserta baru minimal 50 peserta setiap bulannya. Ada juga Insentif Iuran sebesar 7,5% dari total jumlah iuran yang dikumpulkan setiap bulan.

"Perisai tersebut akan kami rekrut dari berbagai kalangan atau komunitas seperti dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kantor Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Serikat Pekerja, Serikat Buruh dan Asosiasi serta Komunitas lainnya," jelas Agus.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan di kantor pusat Sharoushi Federation tersebut juga dibahas rencana JICA Jepang untik mensponsori Perisai yang terbanyak melakukan akuisisi, mendapatkan pelatihan di Jepang. Di akhir pertemuan, pihak BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Jepang sepakat melakukan transfer knowledge terkait sistem keagenan dengan teknologi Perisai ini ke negara-negara berkembang seperti Mongolia, Vietnam, Afrika dan lainnya.

"Kami berharap Perisai menjadi salah satu solusi untuk dapat memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di Indonesia. Juga dapat mendukung negara-negara berkembang lain dalam menyelenggarakan perlindungan jaminan sosial," pungkas Agus.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
49 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved