Harga Emas Antam Naik Lagi meski Emas Dunia Tetap Stabil

Jum'at, 29 Desember 2017 - 08:57 WIB
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Lagi meski Emas Dunia Tetap Stabil
A A A
JAKARTA - Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini naik lagi di akhir tahun. Membaiknya emas dalam negeri di tengah stabilnya harga emas dunia.

Seperti dilansir Logammulia.com, Jumat (29/12/2017) harga jual emas Antam naik lagi ke posisi Rp640.000/gram dari posisi kemarin yang berada di level Rp638.000/gram. Penguatan juga terjadi pada harga buyback emas Antam menjadi Rp561.000/gram dari sebelumnya Rp559.000/gram.

Untuk harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.241.000 dengan harga per gram Rp620.500. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.843.000 dengan harga per gram Rp614.333. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.445.000 dengan harga per gram Rp611.250.

Emas ukuran 5 gram seharga Rp3.057.000 dengan harga per gram Rp622.400. Harga emas 10 gram dijual Rp6.038.000 dengan harga per gram Rp603.800. Harga emas 25 gram Rp14.958.000 dengan harga per gram Rp598.320. Harga emas 50 gram sebesar Rp29.765.000 dengan harga per gram Rp595.300.

Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp59.354.000 dengan harga per gram Rp593.540. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp147.995.000 dengan harga per gram Rp591.980 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp295.611.000 dengan harga per gram Rp591.222.

Harga jual emas Antam di Pulogadung juga meningkat ke level Rp630.000/gram dari sebelumnya Rp628.000/gram dan harga buyback Rp561.000/gram. Harga emas Antam di Jakarta II bertambah ke posisi Rp640.000/gram dari sebelumnya Rp638.000/gram dengan buyback di level Rp561.000/gram.

Sementara dilansir Reuters hari ini, harga emas dunia pada hari ini bertahan stabil di level tertinggi dalam satu bulan. Namun, berada di jalur untuk tahun terbaik sejak 2010, terutama didorong oleh melemahnya USD dan ketidakpastian politik di seluruh dunia.

Harga emas di pasar spot sedikit berubah ke level USD1.294,70 per ons pada pukul 00.41 GMT, telah mencapai level tertingginya sejak 29 November di level USD1.295,21 per ons pada sesi sebelumnya.

Emas mendapat keuntungan dari momentum yang didorong secara teknis setelah menutup di atas rata-rata pergerakan 100 hari pada Rabu untuk pertama kalinya sejak akhir November.

Spot emas telah menguat lebih dari 1,5% sejauh pekan ini dan menjadi kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, serta lebih dari 12% sepanjang tahun ini. Emas ini juga berada di jalur untuk bulan terbaiknya sejak Agustus, meningkat 1,5%.

Sementara, harga emas AS juga tercatat stabil di level USD1.296,80 per ons pada perdagangan hari ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
27 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
43 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved