Menteri BUMN Diminta Jaga Status Operating Company Semen Padang

Selasa, 02 Januari 2018 - 15:37 WIB
Menteri BUMN Diminta...
Menteri BUMN Diminta Jaga Status Operating Company Semen Padang
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendapatkan permintaan dari Ikatan Keluarga Minang untuk tetap menjaga status operating company (opco) PT Semen Padang. Hal ini lantaran diyakini oleh Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang Andre Rosiade bahwa ada upaya likuidasi Direktorat Komersial dari opco ke holding.

Lebih lanjut Ia menerangkan para jajaran direksi PT Semen Indonesia menurutnya harus memahami fungsi PT Semen Indonesia selaku strategic holding dan PT Semen Padang, PT Semen Gresik dan PT Semen Tonasa selaku operating company. "Kebijakan melikuidasi direktorat komersial dan kemudian menyusul direktorat keuangan akan menjadikan Semen Padang selaku opco hanya sebagai unit produksian tidak lagi merupakan sebuah korporasi," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/1/2018).

Sambung dia dalam surat terbukanya, mengutarakan bahwa ada pemangkasan anggaran CSR Semen Padang untuk tahun 2018, yakni di bawah anggaran tahun 2017. Terang dia hal tersebut dinilai bakal berdampak bagi masyarakat sekitar. Terang Andre, perlu diketahui bahwa bagi masyarakat Sumatera Barat dan Lubuk Kilangan, PT Semen Padang adalah satu-satunya industri besar kebanggaan mereka.

"Kebanggaan masyarakat yang lahir dan tumbuh atas peran masyarakat dan ninik mamak, melalui penyerahan tanah ulayat untuk dimanfaatkan oleh perusahaan. Tidak ada transaksi jual beli terhadap pemanfaatan tanah ulayat ini, sebagaimana PT Semen Gresik di Gresik maupun di Tuban. Jika manfaat sudah selesai, tanah kembali lagi ke masyarakat. Saat ini masyarakat Lubuk Kilangan telah menjadi resah oleh kebijakan direksi," paparnya.

Andre menambahkan wajar bagi PT Semen Padang memberikan anggaran CSR yang cukup untuk kesejahteraan masyarakat di Nagari, karena tanah diambil secara cuma-cuma, tidak dibeli diserahkan begitu saja. Pemotongan anggaran CSR ini terang dia telah melukai hati masyarakat Lubuk Kilangan. "Tanah ulayat nagari Lubuk Kilangan diserahkan ke PT Semen Padang, bukan ke PT Semen Indonesia," tegas dia.

Sementara terkait dengan kinerja Semen Indonesia, Ia menyatakan ada penurunan dimana untuk 2017 tidak sampai Rp2 triliun dibandingkan 2016 yang sekitar Rp6 triliun. Selanjutnya tambah dia ada penyusutan EBITDA menjadi 19% dibandingkan 40% tahun 2012. Kondisi pasar yang over supply dijadikan salah satu penyebab penurunan kinerja ini.

Terang dia PT Semen Indonesia dinilai lebih baik saat dipimpin oleh Dirut sebelumnya Rizkan Chandra (alm). Sampai saat ini Semen Indonesia masih menguasai market share 40%, turun dibandingkan pada 5 tahun lalu. Dalam kondisi pasar yang over supply 30% dari demand dan banyaknya pesaing baru adalah sebuah prestasi yang cukup perlu diapresiasi. "Semua ini diperoleh berkat kerja seluruh opco dibawah koordinasi PT Semen Indonesia selaku holding company selama ini," ungkapnya.

Jajaran direksi saat ini ungkap dua dengan melikuidasi direktorat komersial ke PT Semen Indonesia, menurutnya sebuah kebijakan yang dilalui tanpa kajian matang. Bahwa terang dia dikhawatirkan akan mengakibatkan penurunan kinerja PTSI dimasa yang akan datang. "Di samping itu kebijakan ini tidak sejalan dengan semangat sinergi yang menjadi kekuatan PT Semen Indonesia selama ini," ujar dia.

Ditambahkan olehnya Semen Indonesia juga dinilai tidak menunjukkan keseriusan dalam menjalankan amanah pemegang saham. Sudah lebih dari tiga bulan menjabat, ujar Andre belum pernah ada kunjungan ke masing-masing opco, baik ke Padang, Pangkep maupun Tuban dan Rembang.

"Dirut belum pernah melihat dan mendengar secara langsung masalah di masing-masing opco. Masalah kekosongan manajemen di Padang yaitu Komisaris Utama yang sudah kosong selama 9 bulan ditinggal oleh Saldi Isra yang menjadi hakim MK, kekosongan Direktur Utama selama 3 bulan lebih setelah ditinggal oleh Benny Wendry dan juga Direktur Komersial PT Semen Tonasa belum juga diisi," jelas dia

Selanjutnya ada proyek Semen Indonesia di Rembang yang dibatalkan izinnya oleh MA sampai saat ini masih belum terselesaikan. "Sehingga investasi yang telah ditanamkan senilai 6 Triliun terancam akan sia-sia. Direksi tidak tahu prioritas yang harus diselesaikan. Untuk itu kami meminta agar Menteri BUMN menegur dan mengevaluasi posisi Dirut dan jajaran Direksi PT Semen Indonesia, sebelum kerugian negara lebih banyak ditimbulkan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sambut Lebaran, SIG...
Sambut Lebaran, SIG Salurkan 64.601 Paket Kebutuhan Pokok
Dinas Kehutanan Pemprov...
Dinas Kehutanan Pemprov Sumatera Barat Studi Banding ke Semen Tonasa
Dihadiri Direksi SIG,...
Dihadiri Direksi SIG, Tudang Sipulung PT Semen Tonasa Berlangsung Semarak
SIG Kenalkan Metode...
SIG Kenalkan Metode Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Jatim Environment Exhibition & Forum 2022
Ini Inovasi Mitra Binaan...
Ini Inovasi Mitra Binaan SIG Guna Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19
Pendapatan Tergerus,...
Pendapatan Tergerus, Laba Semen Indonesia Naik Tipis jadi Rp450 M
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
1 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
1 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
1 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
2 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved