Bank Indonesia Yakini Inflasi 2018 Akan Sesuai Sasaran

Rabu, 03 Januari 2018 - 01:30 WIB
Bank Indonesia Yakini...
Bank Indonesia Yakini Inflasi 2018 Akan Sesuai Sasaran
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2017 sebesar 0,71% (month to month/mtm) dan secara keseluruhan tahun 2017 mencapai 3,61% (year on year/yoy).

Angka tersebut berada dalam kisaran sasaran inflasi yang ditetapkan yaitu sebesar 4±1% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, sasaran inflasi dapat terpenuhi dalam tiga tahun berturut-turut. Berdasarkan perkembangan tersebut, Bank Indonesia (BI) meyakini inflasi tahun ini pun akan sesuai sasaran, yaitu 3,5±1%.

"Ke depan, inflasi diperkirakan kembali berada pada sasaran inflasi 2018, yaitu 3,5±1%. Koordinasi kebijakan antara pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan Bank Indonesia akan terus diperkuat dalam pengendalian inflasi," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam siaran pers, Selasa (2/1/2017).

Agusman menjelaskan, terkendalinya inflasi 2017 didorong oleh rendahnya inflasi inti yang tercatat 2,95% (yoy), sejalan dengan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan mengarahkan ekspektasi inflasi; rendahnya inflasi volatile food yang tercatat 0,71% (yoy), terendah dalam 14 tahun terakhir, seiring terjaganya pasokan dan distribusi bahan pangan; serta terkendalinya dampak kenaikan berbagai tarif dalam inflasi administered prices yang tercatat 8,70% (yoy).

"Selain itu, inflasi 2017 juga didukung oleh faktor positif permintaan dan penawaran, rendahnya tekanan dari eksternal, serta koordinasi kebijakan yang kuat antara BI dan pemerintah di pusat maupun daerah," jelasnya.

Sementara, inflasi IHK pada Desember 2017 yang meningkat dibandingkan bulan lalu (0,20%, mtm) menurutnya sesuai dengan pola musimannya. Inflasi Desember 2017 lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi Desember tiga tahun terakhir sebesar 1,28% (mtm).

Berdasarkan komponen, meningkatnya inflasi bulan ini terutama dipengaruhi oleh inflasi kelompok volatile food dan kelompok administered prices di tengah rendahnya inflasi inti. Inflasi inti tercatat sebesar 0,13% (mtm), sama dengan bulan lalu. Perkembangan tersebut sejalan dengan terjangkarnya ekspektasi inflasi, masih rendahnya permintaan domestik, nilai tukar yang stabil dan rendahnya harga global.

Kelompok volatile food tercatat inflasi sebesar 2,46% (mtm), meningkat dibandingkan bulan lalu sebesar 0,38% (mtm). Inflasi terutama bersumber dari komoditas beras, ikan segar, telur dan daging ayam ras, cabai merah, tomat dan cabai rawit.

Kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 0,91% (mtm) meningkat dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 0,21% (mtm). Perkembangan tersebut terutama didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara, tarif kereta api, dan angkutan antarkota sejalan dengan musim liburan dan penyesuaian bensin non subsidi. Selain itu, tekanan inflasi administered prices juga didorong oleh kenaikan tarif aneka rokok.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Beber Tiga Tantangan...
BI Beber Tiga Tantangan Pengendalian Inflasi di Jatim
Bos BI Sebut Inflasi...
Bos BI Sebut Inflasi Indonesia Termasuk Terendah di Dunia
BI Buka Ruang Penurunan...
BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan, Ini 2 Pertimbangan Utama
Tekan Inflasi Pangan,...
Tekan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Perkotaan
Jelang Hari Raya Iduladha,...
Jelang Hari Raya Iduladha, BI Perwakilan Jakarta Pastikan Harga Pangan Terkendali
BI Rate Juni 2025 Ditahan...
BI Rate Juni 2025 Ditahan Tetap di Level 5,50 Persen, Begini Penjelasannya
Berita Terkini
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
12 menit yang lalu
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
36 menit yang lalu
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
1 jam yang lalu
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
1 jam yang lalu
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
1 jam yang lalu
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved