AS Gagalkan Pembelian Moneygram oleh Anak Usaha Alibaba

Rabu, 03 Januari 2018 - 17:31 WIB
AS Gagalkan Pembelian...
AS Gagalkan Pembelian Moneygram oleh Anak Usaha Alibaba
A A A
NEW YORK - Regulator Amerika Serikat (AS) menggagalkan proses akuisisi anak usaha Alibaba yakni Ant Financial yang akan membeli perusahaan penyedia layanan transfer uang MoneyGram International Inc. Hal ini menjadi penolakan terbesar perusahaan asal China oleh Washington sejak Donald Trump menguasai Gedung Putih.

Seperti dilansir BBC, Rabu (3/1/2017) pihak perusahaan mengatakan, regulator yang mengawasi investasi asing di AS enggan untuk mendukung pengambilalihan. Ia menambahkan kondisi geopolitik telah jauh berubah semenjak kesepakatan akuisisi diumumkan awal tahun lalu.

Perusahaan keuangan berbasis di China yakni Ant Financial Services Group pada tahun lalu mengumumkan telah setuju untuk membayar sebesar USD1,2 miliar terkait pembelian perusahaan terdaftar Moneygram Internasional. Perusahaan asal AS tersebut telah beroperasi di lebih dari 200 negara termasuk Inggris.

Pemblokiran kesepakatan menjadi pukulan telak untuk ambisi pemilik Alibaba Jack Ma di tengah janji Presiden Trump bahwa dia bakal menciptakan satu juta pekerjaan. Alibaba yang mengendalikan Ant Financial melihat pasar AS sebagai cara untuk memperluas bisnis di luar negeri dalam menghadapi persaingan domestik yang sengit.

Tetapi dalam pernyataan bersama kemarin, Ant Financial dan Moneygram mengutarakan bahwa mereka telah melupakan kesepakatan. "Hal ini seiring ketidakmampuan perusahaan untuk mendapatkan persetujuan yang disyaratkan dalam melakukan transaksi dari Komite Investasi Asing di Amerika Serikat," paparnya.

Sementara laporan yang beredar menyebutkan alasan penolakan Komite terkait akuisisi tersebut yakni soal keamanan. Kekecewaan diungkapkan oleh Kepala Eksekutif Alex Holmes yang mencatat kondisi geopolitik terus berubah sejak kesepakatan dipublikasikan.

Penolakan transaksi bisnis dengan China, bukanlah yang pertama dilakukan pihak AS. Politisi Amerika dan para pemimpin militer mendesak pemerintah untuk melihat lebih dekat investasi China di Amerika terutama dalam industri teknologi.

Pada bulan September, AS memblokir penjualan semikonduktor ke China senilai USD1,3 miliar. Penawaran lainnya yang mendapatkan pemblokiran termasuk pembelian China Oceanwide Holdings Group's senilai USD2,7 miliar untuk US Manulife Genworth Financial, serta pembelian perusahaan China Orient Hontai Capital USD1,4 miliar saat ingin mengakuisisi perusahaan AS AppLovin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Efek Jack Ma Kritik...
Efek Jack Ma Kritik Pemerintah, 2 Raksasa Teknologi China Kehilangan Rp12.799 Triliun
Saham Alibaba Anjlok,...
Saham Alibaba Anjlok, SoftBank Rugi Rp300 Triliun
Jack Ma Resmi Tersingkir...
Jack Ma Resmi Tersingkir dari Pemegang Saham Kendali di Ant Group
Alibaba Group Raup Rp1.068...
Alibaba Group Raup Rp1.068 Triliun Saat Festival Belanja 11.11
Holding Restoran Sarirasa...
Holding Restoran Sarirasa Group Pertajam Inovasi Bisnis
Tokcer, Alibaba Group...
Tokcer, Alibaba Group Raup Laba Rp167 Triliun Lebih di 2020
Berita Terkini
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
9 menit yang lalu
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
27 menit yang lalu
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliar
28 menit yang lalu
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
42 menit yang lalu
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
1 jam yang lalu
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved