Pilkada Serentak Dinilai Mampu Gairahkan Ekonomi

Sabtu, 06 Januari 2018 - 16:27 WIB
Pilkada Serentak Dinilai...
Pilkada Serentak Dinilai Mampu Gairahkan Ekonomi
A A A
YOGYAKARTA - Tahun ini akan digelar pemilihan umum kepala daerah (peilkada) serentak di sebagian besar wilayah di Indonesia. Pilkada serentak ini diyakini akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ekonom Universitas Islam Indonesia (UII) Edy Suandi Hamid menilai saat ini masyarakat sudah semakin dewasa. Sehingga, jika terjadi gejolak baik itu ekonomi, politik atau lainnya, mampu menyikapinya dengan dewasa.

Hal ini berbeda dengan dahulu, di mana saat ada gejolak sedikit maka akan berdampak pada yang lain seperti saham turun, nilai tukar merosot, invenstasi berhenti dan lain sebagainya.

Meski demikian, terkait dengan hajat demokrasi pada 2018, berdasarkan pengalaman tetap akan memiliki dampak di masyarakat. "Berdasarkan pengalaman yang lalu, pasti ada dampak (ekonomi)-nya meski kecil," tuturnya, Sabtu (6/1/2018).

Menurut mantan Rektor UII ini, saat mendekati pemilu biasanya partai politik mulai melakukan investasi mendekati publik seperti dengan memberikan bantuan kepada masyarakat, pemasangan alat peraga seperti umbul-umbul bendera dan lain sebagainya.

"Intinya meningkatkan pengeluaran. Apalagi yang dibantu masyarakat menengah ke bawah, maka akan dibelanjakan ke kebutuhan-kebutuhan lokal. Multiplier effect-nya tinggi," imbuhnya.

Meski demikain, ada sisi negatif yang harus diwaspadai jika muncul gejolak politik. Biasanya pelaku usaha akan wait and see, di mana kondisi wait and see akan menurunkan konsumsi dan menganggu investasi.

"Perlu jadi konsentrasi kita terhadap situasi 2018. Untuk mengatasinya bagimana pemerintah bisa memberikan penjelasan menenangkan dunia usaha," terang dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
21 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
34 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved