Penguatan Rupiah Berpotensi Terus Berlanjut
Senin, 08 Januari 2018 - 08:33 WIB
Penguatan Rupiah Berpotensi Terus Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah yang mampu kembali bertahan dengan terapresiasi di tengah penguatan laju dolar Amerika Serikat (USD) dan EUR diharapkan dapat kembali berlanjut. Diperkirakan oleh Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.440/USD dan resisten Rp13.380/USD.
"Namun demikian, perlu diwaspadai potensi pelemahan setelah beberapa hari sebelumnya mengalami penguatan," ujar Reza Priyambada kepada SINDOnews di Jakarta, Senin (8/1/2018).
Sementara, di tengah langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggelar rapat kabinet terbatas mengenai investasi dan perdagangan. Pergerakan rupiah cenderung kembali tertekan setelah mengalami kenaikan sejak awal perdagangannya di tahun ini.
Dalam rapat kabinet terbatas tersebut menindaklanjuti Sidang Kabinet Paripurna yang sebelumnya digelar di Istana Negara. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan kepercayaan dunia internasional terhadap ekonomi Indonesia, khususnya investasi yang semakin meningkat.
Hal itu ditandai dengan meningkatnya peringkat ease of doing business (EODB) dari 120 pada 2014 naik ke posisi 72 tahun ini. Namun demikian, masih dipertanyakan ekonomi Indonesia yang belum tumbuh signifikan sesuai target.
"Selain menanggapi hal ini, pergerakan rupiah juga terimbas kenaikan USD dan EUR seiring dengan membaiknya data-data ekonomi di keduanya. Sempat mengalami pelemahan namun, di akhir perdagangan mampu kembali menguat," pungkasnya.
"Namun demikian, perlu diwaspadai potensi pelemahan setelah beberapa hari sebelumnya mengalami penguatan," ujar Reza Priyambada kepada SINDOnews di Jakarta, Senin (8/1/2018).
Sementara, di tengah langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggelar rapat kabinet terbatas mengenai investasi dan perdagangan. Pergerakan rupiah cenderung kembali tertekan setelah mengalami kenaikan sejak awal perdagangannya di tahun ini.
Dalam rapat kabinet terbatas tersebut menindaklanjuti Sidang Kabinet Paripurna yang sebelumnya digelar di Istana Negara. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan kepercayaan dunia internasional terhadap ekonomi Indonesia, khususnya investasi yang semakin meningkat.
Hal itu ditandai dengan meningkatnya peringkat ease of doing business (EODB) dari 120 pada 2014 naik ke posisi 72 tahun ini. Namun demikian, masih dipertanyakan ekonomi Indonesia yang belum tumbuh signifikan sesuai target.
"Selain menanggapi hal ini, pergerakan rupiah juga terimbas kenaikan USD dan EUR seiring dengan membaiknya data-data ekonomi di keduanya. Sempat mengalami pelemahan namun, di akhir perdagangan mampu kembali menguat," pungkasnya.
(akr)