Rupiah Berakhir Variatif Saat Tren Penguatan Euro Berhenti

Senin, 08 Januari 2018 - 16:50 WIB
Rupiah Berakhir Variatif...
Rupiah Berakhir Variatif Saat Tren Penguatan Euro Berhenti
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan hari ini, Senin (8/1/2018) ditutup variatif, setelah sempat menghijau di awal sesi. Pergerakan rupiah yang cenderung mendatar terjadi saat tren penguatan euro terhenti.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi penutupan berada di level Rp13.426/USD atau kembali memburuk dari penutupan sebelumnya Rp13.413/USD. Rupiah sendiri sepanjang hari bergerak pada kisaran level Rp13.388-Rp13.426/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga akhir sesi perdagangan hari ini berada pada level Rp13.429/USD atau tidak lebih baik dari akhir perdagangan sebelumnya Rp13.416/USD. Pergerakan harian mata uang Garuda ada di kisaran Rp13.381-Rp13.479/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga perdagangan sore hari ini justru semakin membaik pada posisi Rp13.425/USD. Angka ini memperlihatkan rupiah mencoba merangkak naik dari penutupan akhir pekan kemarin Rp13.457/USD.

Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini bertengger di level Rp13.397/USD atau menguat dari posisi perdagangan akhir pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.405/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, euro tenggelam hampir seperempat persen pada perdagangan awal pekan hari ini, lantaran investor mengambil keuntungan setelah pasar saham mencetak reli. Meski begitu pasar masih optimis setelah data pekerjaan Amerika Serikat (AS) lesu.

Euro tergelincir 0,3% menjadi 1.19940 saat berhadapan dengan USD setelah naik lebih dari 2% selama tiga bulan terakhir. Posisi ini tidak jauh dari posisi di bulan September yakni 1.2092 terhadap dollar AS.

Sementara mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- telah memulai tahun baru 2018 dengan lebih defensif, ketika indeks USD jatuh sekitar 9,9% sepanjang tahun 2017. USD mencatatkan kinerja paling lemah sejak 2003 silam. Pada perdagangan hari ini USD lebih tinggi 0,3% ketika melawan enam mata uang utama lainnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
1 jam yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
2 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
3 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
3 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
4 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved