Rupiah Sesi Pagi Berbalik Menyusut Saat USD Terpeleset

Selasa, 09 Januari 2018 - 10:33 WIB
Rupiah Sesi Pagi Berbalik...
Rupiah Sesi Pagi Berbalik Menyusut Saat USD Terpeleset
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini dibuka kembali berbalik menyusut, setelah kemarin berakhir mixed. Kondisi mata uang garuda dibuka berada di bawah tekanan, justru saat USD terpeleset.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada pada level Rp13.428/USD. Rupiah kembali jatuh dibandingkan dari posisi perdagangan sebelumnya Rp13.397/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka di level Rp13.428/USD atau mulai merangkak naik dari posisi penutupan awal pekan kemarin yang berada pada level Rp13.429/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.420-Rp13.442/USD.

Data SINDOnews dikutip dari Limas, rupiah pagi ini bertengger pada level Rp13.426/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tidak lebih baik dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.425/USD.

Sementara penguatan rupiah terlihat pagi ini menurut data Yahoo Finance dimana menunjukkan pada sesi pembukaan perdagangan berada di posisi Rp13.424/USD dengan pergerakan harian Rp13.413-Rp13.435/USD. Level rupiah tercatat menguat tipis dari penutupan sebelumnya Rp13.426/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, euro kehilangan tenaga setelah tergelincir dari posisi tertinggi pekan ini saat investor bersikap hati-hati. Sedangkan USD kehilangan momentum saat berhadapan dengan Yen Jepang.

Euro diperdagangkan di level 1.1968 terhadap USD setelah tergelincir 0,5% pada awal pekan kemarin atau menjadi penurunan terbesar sejak akhir Oktober. Para analis mengatakan koreksi tak terelakkan untuk mata uang utama setelah reli dalam beberapa bulan mendekati posisi puncak di 2017 yakni 1.2092 berkat tanda-tanda percepatan dalam ekonomi zona euro.

Keraguan membuat indeks USD turun mendekati level terendah sejak 2015 dalam beberapa bulan. Indeks berdiri di level 92.345 setelah pekan lalu terjatuh 91.751 atau tidak jauh dari posisi terendah dua 3/4 tahun di posisi 91.011.

USD juga lebih rendah 113.15 saat berhadapan dengan Yen Hepang. Sebelumnya pada awal pekan bangkit untuk menyentuh tingkat tertinggi 113.40 dalam sekitar satu setengah bulan, didorong oleh sentimen risiko optimis.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
2 jam yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
3 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
3 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
4 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
5 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved