IHSG Dibuka Berbalik Menguat Saat Bursa Asia Lesu
Rabu, 10 Januari 2018 - 09:37 WIB
IHSG Dibuka Berbalik Menguat Saat Bursa Asia Lesu
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan, Rabu (10/1/2018) dibuka kembali menguat, meski tidak terlalu besar setelah kemarin sempat tergelincir. IHSG sesi pagi menguat ke level 6.388,95 dengan tambahan 15,81 poin atau setara dengan 0,25%.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir melemah 12,26 poin atau 0,19% ke level 6.373,14. Penyusutan bursa saham dalam negeri terseret kejatuhan sektor aneka industri yang kehilangan mencapai sebesar 1.22%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp25 miliar dengan 14 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp4,10 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp9,61 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp13,72 miliar. Tercatat 18 saham naik, 3 saham turun dan 24 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menanjak naik Rp675 menjadi Rp82.275, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp75 ke level Rp8.250 dan PT Indosat Tbk. (ISAT) meningkat Rp75 menjadi Rp5.550.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) berkurang Rp225 ke posisi Rp22.775, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) jatuh Rp70 menjadi Rp22.500 dan PT Pelita Samudera Shipping Tbk. (PSSI) menyusut Rp10 menjadi Rp196.
Seperti dilansir CNBC, sebagian besar pasar saham utama Asia terjatuh pada perdagangan hari ini, usai mendapatkan mendapatkan tekanan kuat ketika Wall Street menguat. Namun komposit Shanghai justru melawan sendiri dengan kenaikan 0,27% pada awal perdagangan.
Hal tersebut seiring inflasi konsumen di China yang naik 1,8% pada bulan Desember, yang merupakan lebih rendah dari ekspektasi pasar. Sementara indeks harga produsen melampaui prediksi dengan lompatan 4,9% pada tahun ini, berdasarkan data dilansir Reuters.
Di sisi lain komposit Shenzhen justru mengalami penurunan 0,11% dalam sesi perdagangan, saat indeks Hong Kong, Hang Seng cenderung bergerak mendatar. Bursa Jepang, Nikkei tercatat turun 0,2%% meskipun saham keuangan dan produsen mobil berada dalam tren positif.
Kenaikan tertinggi dibukukan oleh produsen mobil utama seperti Toyota lewat lonjakan 1,37%, diikuti Honda bertambah 2,57% dan Mitsubishi Motors meningkat 3,7%. Saham perbankan juga menguat dengan Sumitomo Mitsui Financial Group naik 2,14% dan Mitsubishi UFJ menanjak 1,52%.
Pelemahan juga terlihat pada indeks patokan Kospi, Korea Selatan usai kehilangan 0,23%. Sentimen negatif datang dari anjloknya saham raksasa teknologi Samsung Electronics mencapai sebesar 2,3% di Rabu pagi.
Sedangkan bursa Australia mengalami penurunan tipis 0,4% saat sebagian besar sektor mengalami penurunan. Saham perbankan utama diperdagangkan mixed karena saham ANZ tergelincir 0,17%, Commonwealth Bank turun 0,1% dan National Australia Bank jatuh 0,37%. Berbanding terbalik saham Westpac justru naik 0,17%.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir melemah 12,26 poin atau 0,19% ke level 6.373,14. Penyusutan bursa saham dalam negeri terseret kejatuhan sektor aneka industri yang kehilangan mencapai sebesar 1.22%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp25 miliar dengan 14 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp4,10 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp9,61 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp13,72 miliar. Tercatat 18 saham naik, 3 saham turun dan 24 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menanjak naik Rp675 menjadi Rp82.275, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp75 ke level Rp8.250 dan PT Indosat Tbk. (ISAT) meningkat Rp75 menjadi Rp5.550.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) berkurang Rp225 ke posisi Rp22.775, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) jatuh Rp70 menjadi Rp22.500 dan PT Pelita Samudera Shipping Tbk. (PSSI) menyusut Rp10 menjadi Rp196.
Seperti dilansir CNBC, sebagian besar pasar saham utama Asia terjatuh pada perdagangan hari ini, usai mendapatkan mendapatkan tekanan kuat ketika Wall Street menguat. Namun komposit Shanghai justru melawan sendiri dengan kenaikan 0,27% pada awal perdagangan.
Hal tersebut seiring inflasi konsumen di China yang naik 1,8% pada bulan Desember, yang merupakan lebih rendah dari ekspektasi pasar. Sementara indeks harga produsen melampaui prediksi dengan lompatan 4,9% pada tahun ini, berdasarkan data dilansir Reuters.
Di sisi lain komposit Shenzhen justru mengalami penurunan 0,11% dalam sesi perdagangan, saat indeks Hong Kong, Hang Seng cenderung bergerak mendatar. Bursa Jepang, Nikkei tercatat turun 0,2%% meskipun saham keuangan dan produsen mobil berada dalam tren positif.
Kenaikan tertinggi dibukukan oleh produsen mobil utama seperti Toyota lewat lonjakan 1,37%, diikuti Honda bertambah 2,57% dan Mitsubishi Motors meningkat 3,7%. Saham perbankan juga menguat dengan Sumitomo Mitsui Financial Group naik 2,14% dan Mitsubishi UFJ menanjak 1,52%.
Pelemahan juga terlihat pada indeks patokan Kospi, Korea Selatan usai kehilangan 0,23%. Sentimen negatif datang dari anjloknya saham raksasa teknologi Samsung Electronics mencapai sebesar 2,3% di Rabu pagi.
Sedangkan bursa Australia mengalami penurunan tipis 0,4% saat sebagian besar sektor mengalami penurunan. Saham perbankan utama diperdagangkan mixed karena saham ANZ tergelincir 0,17%, Commonwealth Bank turun 0,1% dan National Australia Bank jatuh 0,37%. Berbanding terbalik saham Westpac justru naik 0,17%.
(akr)
Lihat Juga :