Rupiah Tengah Pekan Dibuka Tak Berdaya, USD Menguat Tipis

Rabu, 10 Januari 2018 - 10:37 WIB
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Tak Berdaya, USD Menguat Tipis
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini dibuka masih tak berdaya untuk melanjutkan tren pelemahan sejak kemarin. Kejatuhan mata uang Garuda mengiringi penguatan USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada pada level Rp13.449/USD. Rupiah terus merosot dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.428/USD .

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi bertengger di level Rp13.438/USD atau stagnan dari posisi penutupan kemarin yang berada pada level yang sama. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.435-Rp13.457/USD.

Data SINDOnews dikutip dari Limas, rupiah pagi ini berada di posisi Rp13.445/USD. Peringkat ini memperlihatkan rupiah tidak lebih baik dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.435/USD .

Sementara penguatan rupiah justru terlihat pagi ini menurut data Yahoo Finance dimana menunjukkan pada sesi pembukaan perdagangan berada di level Rp13.433/USD atau membaik dari penutupan kemarin Rp13.435/USD. Pergerakan harian rupiah ada di kisaran Rp13.433-Rp13.453/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Rabu (10/1/2018) USD naik tipis di awal perdagangan Asia hari ini, didukung hasil Treasury AS yang lebih tinggi. Meski begitu masih tertahan saat berhadapan dengan Yen setelah Bank of Japan memangkas pembelian obligasi pemerintah Jepang untuk memicu kekhawatiran yang meluas.

Indeks dolar, yang mengukur mata uangnya terhadap enam mata uang utama, sedikit menguat ke level 92.536, tidak jauh dari level tertinggi semalam di posisi 92.640. Sedangkan euro sedikit lebih rendah pada ini menjadi 1,1933 saat berhadapan dengan dollar, jauh di bawah level tertinggi hampir empat bulan di 1,2089.

Terhadap Yen Jepang, dolar sedikit melemah pada level 112,62, berjuang untuk membuat kemajuan setelah turun 0,5% pada sesi sebelumnya ketika Bank Sentral Jepang sedikit mengurangi jumlah pembelian obligasi pemerintah Jepang (JGB) dalam operasi pembelian biasa.

Poudsterling juga terlihat sedikit lebih rendah pada posisi 1,3535 saat melawan mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS-. Namun tetap didukung oleh ekspektasi bahwa pembicaraan Brexit (keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa) akan memiliki hasil positif.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
45 menit yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
1 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
1 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
2 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
2 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
3 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved