Produksi Manufaktur Inggris Tertinggi Selama 10 Tahun

Kamis, 11 Januari 2018 - 11:47 WIB
Produksi Manufaktur...
Produksi Manufaktur Inggris Tertinggi Selama 10 Tahun
A A A
LONDON - Output manufaktur Inggris tumbuh pada tingkat tercepat sejak awal tahun 2008 setelah mencatatkan rekor pertumbuhan tujuh bulan beruntun di November. Proyek energi terbarukan, kapal, pesawat terbang dan mobil untuk ekspor mendorong output lebih tinggi 3,9% dalam tiga bulan sampai November dibandingkan tahun 2016.

Seperti dilansir BBC, Kamis (11/1/2018) angka resmi juga menunjukkan output industri naik 0,4% pada bulan November. Sementara output konstruksi dalam tiga bulan sampai November tercatat mengalami penurunan mencapai sebesar 2%, dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya.

Hal ini menjadi menjadi penurunan kuartalan industri terbesar sejak Agustus 2012, dengan satu-satunya titik terang untuk sektor ini adalah kenaikan 1,2% dalam perumahan. Untuk bulan November, total produksi diperkirakan meningkat 0,4% dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kontribusi terbesar berasal dari pasokan energi.

Angka tersebut meningkat 3,2%, terutama karena suhu lebih hangat dari rata-rata di bulan Oktober, tapi lebih dingin dari rata-rata di bulan November. Pertumbuhan ekonomi telah melambat dalam sembilan bulan pertama tahun 2017 dengan inflasi yang lebih tinggi akibat jatuhnya mata uang poudsterling setelah referendum Brexit.

Meski begitu ekonomi Inggris tumbuh sebesar 0,4% dalam tiga bulan sampai September. Sedangkan angka manufaktur berada dalam tren yang bagus, penting untuk dicatat bahwa sektor ini hanya menghasilkan sekitar 10% dari ekonomi.

Analis mengungkapkan, sektor manufaktur Inggris naik tinggi dalam dua tren besar yakni melemahnya mata uang dan pertumbuhan global. Penurunan nilai Poundsterling mengikuti referendum Brexit telah membuat ekspor Inggris lebih kompetitif.

Dan untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan, tiga mesin utama pertumbuhan global yaitu Amerika Serikat, China dan Eropa tampil dengan kuat pada saat bersamaan. Hal itu menyebabkan ekspor mobil, misalnya, meningkat dengan cepat hingga berkontribusi pada penyempitan defisit perdagangan dengan negara-negara lain di dunia.

Itulah perbedaan nilai antara apa yang diimpor dan apa yang di ekspor. Di dalam negeri, gambaran ekonomi menurut analis lebih tertekan, dengan pertumbuhan masih lamban.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
19 menit yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
49 menit yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
2 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved