Rupiah Bertahan di Zona Hijau, IHSG Sesi I Kehilangan 8,63 Poin
Kamis, 11 Januari 2018 - 12:36 WIB
Rupiah Bertahan di Zona Hijau, IHSG Sesi I Kehilangan 8,63 Poin
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan siang hari ini masih terus bertahan di zona hijau, untuk mulai merangkak naik. Pulihnya mata uang Garuda mengiringi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak turun tipis.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.410/USD atau lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.425/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.404-Rp13.436/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.413/USD atau menanjak dibandingkan dari posisi penutupan kemarin pada level Rp13.433/USD. Pergerakan harian rupiah hingga sesi I di kisaran level Rp13.408-Rp13.434/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga perdagangan siang hari ini menjaga tren positif di posisi Rp13.417/USD. Level ini pulih dari penutupan kemarin pada posisi Rp13.433/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini tertahan di level Rp13.427/USD atau menguat dari posisi perdagangan sebelumnya Rp13.449/USD.
Di sisi lain, IHSG sesi siang kehilangan 8,63 poin atau 0,14% ke level 6.362,54 setelah pagi tadi sempat menanjak naik dengan tambahan 3,96 poin atau setara dengan 0,06% menjadi 6.375,14. Sedangkan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup merosot 1,97 poin atau 0,03% ke level 6.371,17.
Sektor saham dalam negeri siang ini mayoritas memerah ketika aneka industri jatuh terdalam sebesar 1,30% diikuti manufaktur turun 0,46%. Di sisi lain kenaikan tertinggi dicetak pertambangan mencapai 1,26%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,3 miliar dengan 5,92 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing Rp51,00 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp936,2 miliar serta aksi beli asing mencapai Rp987,2 miliar. Tercatat 155 saham naik, 165 saham turun dan 126 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR). Sementara, saham-saham melemah lainnya yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Astra International Tbk. (ASII) serta PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA).
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.410/USD atau lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.425/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.404-Rp13.436/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.413/USD atau menanjak dibandingkan dari posisi penutupan kemarin pada level Rp13.433/USD. Pergerakan harian rupiah hingga sesi I di kisaran level Rp13.408-Rp13.434/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga perdagangan siang hari ini menjaga tren positif di posisi Rp13.417/USD. Level ini pulih dari penutupan kemarin pada posisi Rp13.433/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini tertahan di level Rp13.427/USD atau menguat dari posisi perdagangan sebelumnya Rp13.449/USD.
Di sisi lain, IHSG sesi siang kehilangan 8,63 poin atau 0,14% ke level 6.362,54 setelah pagi tadi sempat menanjak naik dengan tambahan 3,96 poin atau setara dengan 0,06% menjadi 6.375,14. Sedangkan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup merosot 1,97 poin atau 0,03% ke level 6.371,17.
Sektor saham dalam negeri siang ini mayoritas memerah ketika aneka industri jatuh terdalam sebesar 1,30% diikuti manufaktur turun 0,46%. Di sisi lain kenaikan tertinggi dicetak pertambangan mencapai 1,26%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,3 miliar dengan 5,92 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing Rp51,00 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp936,2 miliar serta aksi beli asing mencapai Rp987,2 miliar. Tercatat 155 saham naik, 165 saham turun dan 126 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR). Sementara, saham-saham melemah lainnya yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Astra International Tbk. (ASII) serta PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA).
(akr)
Lihat Juga :