Rupiah Ditutup Perkasa Saat USD Masih di Bawah Tekanan

Kamis, 11 Januari 2018 - 17:04 WIB
Rupiah Ditutup Perkasa...
Rupiah Ditutup Perkasa Saat USD Masih di Bawah Tekanan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini, Kamis (11/1/2018) berakhir perkasa untuk mulai menjauhi level Rp13.400/USD. Penguatan mata uang Garuda hingga perdagangan sore terjadi saat USD masih sulit keluar dari tekanan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga sesi perdagangan sore berada di level Rp13.397/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya Rp13.433/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.395-Rp13.434/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg di akhir sesi hari ini bertengger ke level Rp13.400/USD atau membaik dari akhir perdagangan kemarin Rp13.425/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.389-Rp13.436/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga perdagangan sore hari ini juga meningkat menjadi Rp13.397/USD. Posisi tersebut menunjukkan rupiah semakin perkasa dari penutupan kemarin pada level Rp13.433/USD.

Lompatan rupiah juga terlihat berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini, yang tertahan dalam level Rp13.427/USD. Rupiah bangkit dari posisi akhir perdagangan Rabu kemarin, Rp13.449/USD.

Dilansir Reuters hari ini, dolar kembali mengalami beberapa tekanan setelah regulator China membantah bahwa negara mereka berencana menghentikan pembelian treasuries AS. USD sendiri telah berjuang untuk mendapatkan daya tarik pada tahun baru 2018 usai kehilangan sekitar 10% terhadap beberapa mata uang utama tahun lalu, lantaran pertumbuhan ekonomi di tempat lain terutama Eropa melampaui AS.

Sementara Federal Reserve alias Bank Sentral A.S secara perlahan memperketat kebijakan selama dua tahun terakhir, para pedagang telah meningkatkan ekspektasi pasar saat Eropa dan Jepang akan mengikutinya. USD pada perdagangan sore hari ini kemudian menguat dan naik 0,4% terhadap yen Jepang, meskipun mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- masih turun lebih dari 1% saat Yen dalam sepekan.

Hal tersebut ketika pasar bertaruh Bank of Japan (BoJ) berpeluang mulai memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari perkiraan. Terhadap beberapa mata uang utama lainnya, dolar meningkat mencapai sebesar 0,2 persen pada perdagangan Kamis (11/1) bangkir dari posisi terendah tiga bulan sebelumnya di Rabu kemarin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
2 jam yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
3 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
3 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
4 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
5 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved