Rupiah Sesi Pagi Meroket Tinggalkan Level Rp13.400/USD

Jum'at, 12 Januari 2018 - 10:46 WIB
Rupiah Sesi Pagi Meroket...
Rupiah Sesi Pagi Meroket Tinggalkan Level Rp13.400/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini, Jumat 912/1/2017) meroket untuk meninggalkan kisaran level Rp13.400/USD. Pulihnya mata uang rupiah terjadi saat USD merosot dan euro terangkat hawkish Bank Sentral Eropa.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada pada level Rp13.362/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin perkasa dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.427/USD.

Sementara data Bloomberg, rupiah pada awal perdagangan bertengger di level Rp13.356/USD dengan pergerakan harian di kisaran level Rp13.346-Rp13.369/USD. Level ini menunjukkan rupiah menjaga tren penguatan dari sesi akhir perdagangan kemarin di posisi Rp13.400/USD.

Data SINDOnews dikutip dari Limas, rupiah pagi ini berada di level Rp13.356/USD untuk terus meroket menembus zona hijau. Posisi ini lebih baik dari sebelumnya yang berada di level Rp13.397/USD.

Menurut data Yahoo Finance dalam sesi pembukaan pagi ini, rupiah mengawali hari dengan bersinar di posisi Rp13.359/USD atau lebih baik dari sebelumnya Rp13.397/USD. Pergerakan mata uang garuda ada di kisaran level Rp13.348-Rp13.397/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, dolar merosot terhadap saingannya di belakang data inflasi yang melemah. Sedangkan euro menikmati dukungan yang solid setelah Bank Sentral Eropa mengisyaratkan bakal bersiap memangkas stimulus moneternya yang masif.

Indeks USD yang mengukur mata uang terhadap enam mata utama tercatat menyusut 0,1% menjadi 91,798. Dolar Amerika bergerak di bawah level rendah dari 2 Januari di level 91.751 akan menempatkannya pada posisi terlemah sejak bulan September.

Angka ini membuat indeks berada di jalur kejatuhan mencapai 0,3% sepanjang pekan ini, tertekan oleh data yang menunjukkan harga produsen AS turun untuk pertama kalinya dalam hampir satu setengah tahun di bulan Desember. Hal ini dapat menurunkan ekspektasi inflasi pada 2018.

Terhadap yen, dolar menyerah 0,1% menjadi 111,14 setelah memangkas level terendah enam minggu di 111,05 yen pada hari Kamis. Sementara euro naik mencapai sebesar 0,3% pada posisi 1,2062 saat melawan USD. Ini mendekati level tertinggi hampir empat bulan di posisi 1,2089 terhadap USD pekan lalu. Terpantau euri naik 0,3% dalam sepekan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
39 menit yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
59 menit yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
1 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
2 jam yang lalu
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
3 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved