Serikat Petani Sebut Pemerintah Gagal Wujudkan Kedaulatan Pangan

Minggu, 14 Januari 2018 - 13:15 WIB
Serikat Petani Sebut...
Serikat Petani Sebut Pemerintah Gagal Wujudkan Kedaulatan Pangan
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menilai pemerintahan Joko Widodo telah gagal mewujudkan kedaulatan pangan. Hal ini menanggapi tingginya harga beras di pasaran serta keputusan pemerintah untuk mengimpor 500.000 ton beras.

Dia menilai, Presiden sudah sepatutnya segera mengevaluasi kementerian dan lembaga yang tak berhasil wujudkan kedaulatan pangan.

"Tentu kita masih ingat janji Mentan (Menteri Pertanian) Amran Sulaiman yang siap mundur apabila Indonesia gagal swasembada pangan. Nah, ini kita impor 500.000 ton beras berarti kan gagal swasembada," katanya melalui per rilis di Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan Kementerian Pertanian (Kementan) gagal mewujudkan Nawacita pemerintahan Jokowi–JK. "Kementan harus dipimpin oleh menteri yang sanggup menjalankan semangat kedaulatan pangan yang tercantum dalam Nawacita, menteri yang sekarang terbukti sudah gagal," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya menyerah dengan terus meroketnya harga beras di pasaran. Kemendag pun pada akhirnya memutuskan untuk membuka keran importasi beras sebanyak 500.000 ton.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, beras merupakan komoditas utama masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya pun harus mengambil sikap untuk menjaga kepentingan masyarakat. "Yang saya harus jaga adalah kepentingan konsumen. 260 juta rakyat. Political risk-nya terlalu berat, kalau supply beras kurang. Saya lakukan impor beras," katanya saat berbincang dengan media di kantornya, Jakarta, Jumat (13/1/2018).
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tenang! Pembatalan Ekspor...
Tenang! Pembatalan Ekspor Beras 1 Juta Ton oleh India Ternyata Kebanyakan Menir
Harga Beras Impor Menggila,...
Harga Beras Impor Menggila, Bos Bapanas: Berapapun Kita Beli
Bulog-Bapanas Didesak...
Bulog-Bapanas Didesak Turunkan Harga Beras di Tengah Denda Impor Rp294,5 M
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Beras Impor Vietnam...
Beras Impor Vietnam Masuk ke Pasar Cipinang, Pedagang Menjerit
Impor Beras Indonesia...
Impor Beras Indonesia Melonjak 135% Jadi Rp4,3 Triliun di Januari 2024
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
5 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
5 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
6 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
6 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
6 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
7 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved