Holding BUMN Migas Diyakini Bakal Bikin PGN Tergerus

Selasa, 16 Januari 2018 - 12:20 WIB
Holding BUMN Migas Diyakini...
Holding BUMN Migas Diyakini Bakal Bikin PGN Tergerus
A A A
JAKARTA - Rencana holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor minyak dan gas bumi (Migas) menurut Pakar Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Tri Widodo justru bakal membuat PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) tergerus. Pasalnya Ia menilai PT Pertamina (Persero) enggan melebur Pertagas yang justru menyalahi semangat holding.

Tri memperkirakan PGN akan tergerus di bawah Pertamina yang disebut membangun dualisme usaha pada binis yang sama. "Gimana, di awal saja sudah begitu, nanti kebijakan induk holding berpotensi mengucilkan PGN dan malah merugikan PGN," jelas Tri dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Lebih lanjut Ia mensinyalir keengganan peleburan Pertagas kedalam PGN lantaran anak perusahaan itu tidak siap menghadapi transparansi bisini dan keuangan sebagaimana yang biasa dilakukan oleh PGN dengan 43% terdapat saham publik.

Belakangan suka ataupun tidak, direksi PGN terpasa melakukan RUPS dalam waktu dekat dan tunduk pada pemegang saham mayoritas, dalam hal ini dipegang oleh pemerintah sebesar 57%. Dimana pemerintah ingin memindahkan sahamnya dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Pertamina (Persero).

Berdasarkan penjelasan Menteri BUMN, Rini Soemarno yang telah disampaikan di berbagai kesempatan, tujuan pemindahan saham tersebut, atau dikenal dengan holding migas, tidak lain untuk efisiensi dan efektifitas kinerja serta memperbesar nilai aset untuk mencari sumber pinjaman modal.

Namun berbanding terbalik dengan semangat tersebut Pertagas justu tidak dileburkan ke PGN kendati nantinya sudah menjadi anak perusahaan Pertamina. Tri Widodo menyatakan sikap tersebut tidak sesuai dengan argumentasi munculnya ide holding migas itu sendiri, dimana wacana holding migas itu muncul lantaran antara PGN dan Pertagas sulit bersinergi dan menyebabkan inefisiensi.

Oleh karena itu, muncul ide holding dengan memasukkan PGN kedalam Pertamina, dan Pertagas dilebur ke PGN. Tetapi belakangan Pertamina mempertahankan keberadaan Pertagas dan menganggap 'kantong kiri dan kanan'. "Alasan holding katanya agar efisien, tapi bagaimana, kalau tidak mau anak usahanya dileburkan, inikan tidak fair. Tentu secara kinerja tetap tidak efisien dan mengingkari semangat holding," papar Tri.

Sementara Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, pada era Rizal Ramli, yakni Abdulrachim Kresno menyoroti integritas Menteri Rini Soemarno dalam membuat kebijakannya strategis tersebut.

Menurutnya pemboikotan oleh DPR dalam kaitan kasus korupsi Pelindo II dan indikasi suap proyek Kereta Cepat, telah mencoreng integritas Rini, sehingga dia tidak yakin akan efektifitas holding jika dibentuk oleh Rini.

"Kebijakan strategis itu perlu menempatkan orang-orang yang integritasnya baik. Sementara yang membentuk holding, Buk Rini, diakan bermasalah dan dicekal DPR. Jadi, saya ragu dengan orang-orang yang akan ditempatkan oleh Rini," kata dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Kerja BUMN dengan...
Rapat Kerja BUMN dengan Komisi V DPR Bahas Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro
Holding BUMN Pangan...
Holding BUMN Pangan Ditargetkan Rampung September 2021
Misi Jadi Perusahaan...
Misi Jadi Perusahaan Kelas Dunia di 2024, Ini Strategi BKI
BUMN Jasa Survei Godok...
BUMN Jasa Survei Godok Akulturasi Anggota Holding
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Nyaris Setahun Berdiri,...
Nyaris Setahun Berdiri, Apa Gebrakan Holding BUMN Pangan?
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved