Wawancara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro

Kita Harus Mendorong Creative Financing

loading...
Kita Harus Mendorong Creative Financing
Kita Harus Mendorong Creative Financing
A+ A-
DEMI menggenjot pembangunan infrastruktur pada 2018, pemerintah telah menaikkan anggaran untuk sektor ini yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada 2018 anggarannya sebesar Rp401,4 triliun, naik dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp390,2 triliun.

Selain pendanaan dari APBN, pemerintah juga berupaya mencari sumber dana lain yang berasal dari swasta melalui investasi. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, mulai saat ini hingga ke depannya pemerintah harus aktif mendorong creative financing, untuk mencari sumber pendanaan yang tidak berupa utang, tapi berupa investasi. "Kita ingin yang mengisi dahulu swasta nasional," kata Bambang, setelah menghadiri peresmian Inews.id, Senin (8/1/2018) pekan lalu.

Kepada Fikri Kurniawan dari SINDO Weekly, Bambang juga memaparkan sedikit soal proyek-proyek yang akan rampung pada 2018 ini. Berikut petikan wawancara tersebut.

Berapa pendanaan pembangunan infrastruktur di luar APBN?

Saya tidak tahu jumlah pastinya, harus dicek lagi. Berapa BUMN, berapa swasta, berapa dengan skema kerja sama pemerintah badan usaha.

Bagaimana mekanismenya?

Bisa dikerjakan BUMN langsung tanpa ada dukungan APBN, ada juga dukungan pemerintah badan usaha, maupun swasta murni. Yang penting semua proyek tersebut diawasi oleh pemerintah melalui kementerian terkait, mengenai pemakaian biayanya pun harus diregulasi oleh kementerian atau lembaga yang menjadi regulator.

Dari mana mendapatkan dana di luar APBN?

Saya melihat ke depannya, tidak hanya pada 2018 saja, kita harus lebih mendorong creative financing. Ini mau tidak mau harus mencari sumber pendanaan yang tidak berupa hutang, tapi berupa investasi. Investasi tentu dari swasta nasional maupun asing. Dan kita ingin yang mengisi terlebih dahulu tentu swasta nasional.

Pembangunan apa saja yang akan selesai dan dimulai pada 2018? Simak wawancara selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 46/VI/2017 yang terbit Senin (15/01/2018).

(amm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top