Inflasi Inggris Turun di Bawah Level Tertinggi Enam Tahun

Rabu, 17 Januari 2018 - 15:46 WIB
Inflasi Inggris Turun...
Inflasi Inggris Turun di Bawah Level Tertinggi Enam Tahun
A A A
LONDON - Inflasi Inggris turun untuk pertama kalinya sejak Juni, terutama karena terdampak tarif maskapai. Tingkat inflasi turun menjadi 3% di bulan Desember atau lebih rendah dibandingkan November pada level 3,1% yang berarti di bawah level tertinggi dalam enam tahun.

Dilansir BBC, Kantor Statistik Nasional (ONS) mengatakan tarif maskapai yang mengalami kenaikan bulan lalu, kini dampaknya relatif kecil daripada saat yang sama di tahun 2016. Ditambahkan penurunan ini juga akibat adanya pelemahan harga mainan yang berkontribusi cukup besar di bulan Desember.

Meski begitu ONS mengutarakan masih terlalu dini bahwa momen ini menjadi awal dari penurunan level inflasi untuk jangka panjang. Bank of Englan (BoE) menambahkan jika inflasi diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir 2017 dan bakal kembali ke target 2% tahun ini.

Angka tersebut sudah meningkat sepanjang tahun lalu, sebagian besar lantaran kejatuhan nilai Poundsterling sejak pemungutan suara Brexit atau keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa untuk kemudian pelemahan Pounds telah mendorong biaya barang impor.

Pada bulan November, Komite Kebijakan Moneter Bank (MPC) menaikkan suku bunga utamanya untuk pertama kali dalam lebih dari satu dekade dari 0,25% menjadi 0,5%. Namun Kepala Ekonom Pantheon Macroeconomics Samuel Tombs di Inggris mengatakan "Kelemahan tekanan harga yang terus berlanjut berarti bahwa MPC tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga berikutnya,".

Sedangkan Kepala Ekonom Aberdeen Standard Investments Lucy O'Carroll sepakat bahwa tidak perlu kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. "Paling penting bagi kesehatan jangka panjang ekonomi Inggris adalah meningkatkan kinerja-kinerjanya," terang dia.

"Jika kita bisa melakukan itu, maka Bank of England mungkin dapat mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang lama. Tetapi pada pengalaman terakhir, meningkatkan produktivitas jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
44 menit yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
52 menit yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
1 jam yang lalu
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
2 jam yang lalu
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
2 jam yang lalu
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved