Rasio Kredit Macet BNI Turun Jadi 2,3% di 2017

Rabu, 17 Januari 2018 - 20:31 WIB
Rasio Kredit Macet BNI...
Rasio Kredit Macet BNI Turun Jadi 2,3% di 2017
A A A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BNI berhasil menurunkan rasio kredit macet (nonperforming loan/NPL) pada tahun 2017, dari sebelumnya 3,0% di 2016 menjadi 2,3% di 2017. Hal ini didukung oleh perbaikan yang dilakukan oleh perseroan dan beberapa nasabah yang dihapusbukukan (write off).

(Baca Juga: Naik 12%, Penyaluran Kredit BNI Capai Rp441,31 Triliun )

Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni mengungkapkan, sejak 2015 pihaknya telah mencoba untuk melakukan restrukturisasi kredit yang bermasalah. Namun, banyak pula di antaranya yang gagal direstrukturisasi, sehingga perseroan memutuskan untuk menghapusbukukan nasabah tersebut.

"Hampir semua kredit yang kita write off itu kredit yang gagal restruct. Sejak 2015 itu kita melakukan pemurnian dari produktivitas, kan cukup banyak kredit yang kita downgrade jadi NPL. Terus kita coba restrukturisasi dan ada yang berhasil ada yang tidak," katanya dalam konferensi pers di Wisma BNI 46, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Menurutnya, hapus buku termasuk untuk Trikomsel yang juga mengalami kredit macet. Sejatinya, kata mantan petinggi BRI ini, pihaknya telah mencoba melakukan restrukturisasi terhadap Trikomsel. Namun ada keputusan dari Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang justru kurang menguntungkan bank, sehingga akhirnya perseroan memutuskan write off Trikomsel.

"Trikomsel sebenarnya merupakan debitur yang kita lakukan restruct secara internal. Tapi ada permohonan restruct dari PKPU. dan ada keputusannya. Hasil restruct PKPU dengan kita sepertinya kurang menguntungkan bank, sehingga kita lihat dengan kondisi seperti itu salah satu yang kita write off ya itu. Jadi write off 2017, kita restructnya 2016. kemudian keluar putusan dari PKPU," imbuh dia.

Direktur Keuangan dan Risiko Kredit BNI Rico Rizal Budidarmo menambahkan, penurunan NPL ini disebabkan karena sebagian besar nasabah tidak memiliki potensi untuk membayar utang. Sehingga, perseroan memutuskan untuk menghapusbukukan nasabah tersebut.

"Jadi itu (penurunan) terjadi karena sebagian besar nasabahnya itu tidak memiliki potensi tentu kita hapus bukukan. Kemudian berkaitan dengan nasabah yang memiliki prospek itu sekitar Rp30 triliun. Lalu persiapan yang direstrukturisasi itu sudah menunjukkan perbaikan dalam konteks yeild yang dilakukan. Hapus buku ada di angka Rp8 triliun," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Peringati HUT ke-76,...
Peringati HUT ke-76, BNI Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan SDM
Bantu Perangi COVID-19,...
Bantu Perangi COVID-19, UKM Binaan BNI Turut Produksi APD
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
49 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved