MPKKI Usulkan Empat Hal Pengaturan Pertembakauan

Jum'at, 19 Januari 2018 - 00:12 WIB
MPKKI Usulkan Empat...
MPKKI Usulkan Empat Hal Pengaturan Pertembakauan
A A A
JAKARTA - Deputi Direktur Masyarakat Pemangku Kepentingan Kretek Indonesia (MPKKI), Zamhuri mengatakan, RUU Pertembakauan yang saat ini masih dibahas oleh pansus di DPR, semangatnya haruslah melindungi pertembakauan dari hulu ke hilir.

Oleh karena itu, Zamhuri mengusulkan empat hal pokok. Pertama, menjaga kretek.Sebagai produk khas Nusantara dapat dilakukan dengan menjaga kepentingan (penerimaan) negara, petani, kelompok kesehatan, dan industri melalui aturan setingkat UU yang sifatnya holistik-integral.

"Semua kepentingan perlu diakomodir dalam RUU Pertembakauan ini. Hal ini untuk menjaga ego sektoral, baik atas nama kesehatan, ekonomi, industri, dan petani," kata Zamhuri saat rapat dengar pendapat umum Pansus RUU Pertembakauan di Ruang Pansus B, Gedung Parlemen Senayan, Kamis (18/1/2018).

Usulan kedua, menurut Zamhuri, pogram Kemitraan. Program ini dapat dilakukan melalui pengetatan impor tembakau bukan solusi yang win-win (wise). Apalagi lewat pendekatan sanksi (lewat mekanisme bea/cukai) yang akan mengganggu iklim usaha sektor pertembakauan.

Hal ini bisa dilakukan dengan meningkatkan produksi bahan baku tembakau dan dipenuhi melalui program Kemitraan. Pemerintah perlu berperan dalam pengaturan kemitraan. "RUU Pertembakauan perlu mengakomodir kepentingan petani dan industri," ujarnya.

Ketiga, perlunya lembaga Buffer Stock dan Riset. Untuk menghargai para pembayar cukai/pajak, maka perlu pengaturan tentang ruang merokok yang memadai untuk para pembayar pajak/cukai ini. Bentuk penghargaan ini pernah diberikan pemerintah kolonial pada pembayar pajak (industri kretek). Selain itu, perlu ada pengaturan lembaga buffer stock tembakau. Dari mana dananya, bisa dari dana cukai.

Mengapa perlu lembaga buffer stock tembakau? Karena potensi ekonomi tembakau dan industrinya yang besar untuk melindungi petani tembakau. Karena itu, dana bagi hasil cuka hasil tembakau bisa digunakan untuk kegiatan buffer stock, kalau perlu sampai 10% dari penerimaan cukai. Lembaga buffer stock tembakau dijadikan sebagai fermentasi tembakau. Ini akan menambah nilai jual tembakau. Tidak seperti pada beras makin lama disimpan makin rusak.

"Rencana regulasi ini juga perlu memberikan ruang pengembangan penelitian produk tembakau, selain untuk kebutuhan IHT. Seperti untuk kebutuhan pestisida atau untuk kepentingan kesehatan, agar petani juga memiliki diversifikasi pasar. Selain itu, penelitian untuk mendapatkan varietas jenis tembakau yang dibutuhkan di pasar nasional maupun internasional," jelasnya.

Dan keempat, pengendalian tembakau. Pengendalian tembakau yang telah diatur melalui PP 109/2012 diantaranya ketentuan soal Graphic Health Warning, Sponsor, Iklan dan Promosi produk tembakau dan semacamnya perlu diadopsi dalam RUU Pertembakauan. "Selain untuk kepastian hukum, hal ini juga untuk mengakomodir kepentingan kelompok kesehatan (anti tembakau)," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
GAPPRI Tolak RPP Pengamanan...
GAPPRI Tolak RPP Pengamanan Zat Adiktif Tembakau
Dinilai Matikan Industri...
Dinilai Matikan Industri Tembakau, Petani Tolak Aturan Produk Tembakau di RPP Kesehatan
Musisi Minta RPP Kesehatan...
Musisi Minta RPP Kesehatan Lebih Bijaksana Soal Pasal Tembakau
RPP Zat Adiktif Produk...
RPP Zat Adiktif Produk Tembakau Perlu Pertimbangkan Aspek Ekonomi
DPR Nilai RPP Kesehatan...
DPR Nilai RPP Kesehatan Rugikan Petani Tembakau
Petani Tembakau Tolak...
Petani Tembakau Tolak RPP Kesehatan karena Dinilai Merugikan
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
6 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan STY Dipecat...
3 Alasan STY Dipecat Jika Timnas Gagal ke Babak Empat Kualifikasi Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved