Bos KML Sabet Penghargaan dari OJK

Jum'at, 19 Januari 2018 - 10:42 WIB
Bos KML Sabet Penghargaan...
Bos KML Sabet Penghargaan dari OJK
A A A
JAKARTA - Presiden Direktur PT Kelola Mina Laut (KML) Mohammad Nadjikh mendapat penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas prestasinya sebagai tokoh inspirator inklusi keuangan melalui pengembangan Klaster perikanan di perusahaan yang dipimpinnya.

OJK menilai, adanya gagasan yang inovatif dan kontribusi dari KML pada umumnya dan Mohammad Nadjikh khususnya dalam perluasan akses keuangan khususnya melalui sektor perikanan dan keperduliannya pada terwujudnya pemberdayaan ekonomi khususnya masyarakat mikro kecil.

Sebagai informasi, KML merupakan perusahaan yang bergerak dibidang makanan olahan hasil laut, yang produksinya telah merambah di lima benua, sebagian besar di USA, Uni Eropa, dan Jepang.

"Dengan penghargaan ini kami berharap akan lebih memotivasi saya pribadi dan perusahaan untuk membantu nelayan hidup lebih sejahtera dan juga bisa lebih mengembangkan masyarakat nelayan dan perikanan Indonesia," ujar Nadjikh di Jakarta, Jumat (19/1/2017).

Nadjikh mendapat penghargaan tersebut setelah selama 25 tahun menjalankan bisnis model di perusahaannya. Bisnis model kemitraan yang disebut grass root tersebut telah melibatkan tiga pihak, yaitu perusahaan, nelayan, dan pemasok.

Menurutnya, bisnis model ini dipilih untuk menjamin kelangsungan hidup tiga pihak tersebut dimana masing-masing pihak mendapat keuntungan dan pada akhirnya pasokan bahan baku ke perusahaan berlangsung continue.

"Bisnis model yang dijalankan KML ini diharapkan akan memutus rantai kemiskinan di kalangan nelayan," imbuhnya.

Dia menekankan, perlunya visi yang sama antara perusahaan, nelayan, dan pemasok. Ketiga pihak harus melakukan pembagian tugas, saling mengerti keinginan pihak lain dan menjalankan tugas masing-masing secara bersama.

Untuk mencapai hal itu, kata dia, beberapa strategi yang dilakukan antara lain, pertama pihaknya harus transparan dalam menetapkan harga beli ikan hasil panen nelayan. Masalah yang selama ini muncul adalah ketika hasil panen melimpah, nelayan mendapat tekanan harga dari para tengkulak.

"Kami harus membantu memecahkan masalah yang dihadapi nelayan tersebut selama ini. Jika harga naik kami bilang harga naik kendati hasil panen melimpah," tuturnya.

Menurutnya, transparansi ini sangat penting untuk keadilan nelayan yang pada akhirnya diharapkan akan menjamin pasokan secara berkelanjutan.

Kedua, pihaknya juga harus membantu dalam hal pembiayaan nelayan, yaitu pembayaran yang diberikan dengan cepat dengan tingkat harga yang stabil sesuai dengan harga pasar lokal dan global.

Ketiga, membeli dalam kuantitas berapapun dan dimanapun, asal sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan. Otomatis pasokan bahan baku di perusahaan tercukupi secara continue.

Keempat, membina kualitas untuk meminimalisasi risiko. Kalau terjadi penurunan kualitas maka harga beli ikan turun sehingga perusahaan harus membina kualitas agar meminimalisasi risiko.

"Dengan menjalankan strategi tersebut, maka masalah-masalah yang dihadapi nelayan di bidang finansial, serta volume hasil tangkapan yang melimpah dapat teratasi. Tersedianya bahan baku dengan kualitas yang baik dan risiko yang minimal, pada akhirnya dapat menjamin kelangsungan produksi," tutur dia.

Nadjikh menilai, program inklusi bisnis yang dicanangkan pemerintah sangat bagus. Namun, pemerintah perlu membuat model kemitraan atau membuat program-program yang sesuai untuk masing-masing komoditi.

"Sebab, satu paket tidak bisa dijalankan untuk semua komoditi. Pemerintah juga diharapkan mencari model bisnis yang telah dan sustained, seperti yang dilakukan pebisnis yang telah sukses," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
15 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
28 menit yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
44 menit yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
56 menit yang lalu
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
58 menit yang lalu
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved