Jonan Pertimbangkan Reformulasi Perhitungan Tarif Listrik

Kamis, 25 Januari 2018 - 20:32 WIB
Jonan Pertimbangkan...
Jonan Pertimbangkan Reformulasi Perhitungan Tarif Listrik
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jona mempertimbangkan rencana untuk mereformulasi komponen perhitungan tarif listrik di Indonesia.

Selama ini, komponen yang menjadi bahan pertimbangan perhitungan tarif listrik antara lain kurs nilai tukar rupiah, inflasi, dan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP).

Dia mengatakan, ICP masuk dalam komponen perhitungan tarif listrik karena selama ini banyak pembangkit yang menggunakan diesel sebagai bahan bakar. Namun, saat ini porsinya sudah semakin menipis hanya tinggal 4% hingga 5%.

"Begini, di masa sebelumnya sampai sekarang komponen perhitungan tarif listrik itu salah satu unsur besar di samping kurs mata uang adalah ICP. Kenapa dulu masuknya ICP karena, penggunaan pembangkit listrik diesel kan besar. Sekarang makin kecil 4%-5%," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Dengan semakin menipisnya pembangkit yang menggunakan diesel, Jonan mempertimbangkan untuk tidak lagi menjadikan ICP sebagai acuan perhitungan tarif listrik. Komponen ICP akan digantikan oleh harga batu bara acuan (HBA), mengingat saat ini banyak pembangkit yang menggunaka bahan baku batu bara.

"Kok masa pakai ICP, kalau mau pakai HBA (Harga Batubara Acuan). Nah, ini kita akan coba reformulasi lagi bagaimana kalau masuk lagi HBA. Kenapa? karena pembangkit kita mau IPP, mau PLN, PJB kah itu 60% sekarang batu bara, tetap sampai 2024, pada 2025 batu bara," terang dia.

Saat ini, wacana reformulasi perhitungan tarif listrik masih dalam pembahasan. Mantan Menteri Perhubungan ini menampik jika disebut rencana reformulasi tersebut agar tarif listrik lebih flat dan tidak banyak berubah. "Ini kita lagi bahas. Bukan flat tapi kita coba realistis," ujar Jonan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
24 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
57 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
2 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
2 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved