Kualitas Produk Kalah Jadi Pemicu Ekspor Jatim Turun

Jum'at, 26 Januari 2018 - 14:25 WIB
Kualitas Produk Kalah...
Kualitas Produk Kalah Jadi Pemicu Ekspor Jatim Turun
A A A
SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat, pada Desember 2017, nilai ekspor Jatim turun 12,29% menjadi USD1,55 miliar dari bulan sebelumnya sebesar USD1,77 miliar. Penurunan ini salah satunya akibat penurunan harga komoditi nonmigas.

Namun, Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Multilateral dan Free Trade Agreement (FTA), Wahyuni Bahar mengatakan, ada banyak hal yang membuat ekspor Indonesia, terutama Jatim terus menurun beberapa tahun belakangan.

"Kualitas produk kita yang kalah jauh dibanding negara-negara pesaing. Utamanya soal kemasan (packaging), banyak pengusaha kita yang ekspor keluar negeri tapi barangnya ditolak. Ini karena packagingnya tidak penuhi standar internasional," katanya disela-sela sosialisasi perundingan perdagangan internasional (FTA) di Graha Kadin Jatim, Jumat (26/1/2018).

Kondisi ini diperburuk dengan lemahnya pemerintah dalam membuat perjanjian dagang dengan negara lain. Kalaupun ada perjanjian dagang, terkadang pengusaha dalam negeri tidak siap dengan perjanjian tersebut, sehingga kalah lagi bersaing dengan luar negeri.

"Soal ekspor, ada banyak sekali macam-macam perjanjian. Nah, kita kalah dalam soal perjanjian ini. Perjanjian ini penting agar tarif ekspor bisa murah. Sehingga, harga bisa bersaing, jika tidak ada perjanjian, harga barang menjadi mahal," tutur dia.

Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor-Impor (GPEI) Jatim, Isdarmawan Asrikan menambahkan, penurunan ekspor Jatim disebabkan tiga hal. Pertama, kondisi pasar ekspor yang memang masih lesu.

Kedua, adanya hambatan untuk meningkatkan potensi ekspor yaitu biaya logistik dan peraturan yang kurang mendukung. Sehingga daya saing produk berkurang. Ketiga, kurangnya dukungan modal perbankan dalam pengembangan usaha berorientasi ekspor. "Bunga bank masih tinggi, double digit," ucapnya.

Dari persoalan tersebut, pengusaha harus mampu menciptakan pasar baru untuk menggairahkan pasar yang lesu ini. Kemudian, pemerintah harus membantu agar biaya logistik bisa serendah mungkin agar produk lokal bisa bersaing di pasar global.

Mayoritas produk ekspor di Jatim merupakan manufaktur atau perakitan. "Tahun ini kami optimistis ekspor akan naik hingga 10%. Ini karena peningkatan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah," ujarnya.

Ekspor nonmigas pada Desember 2017 turun menjadi menjadi 1,42 miliar dari bulan sebelumnya USD1,66 miliar. Ekspor non migas menyumbang 91,50% dari total ekspor di Desember 2017 dan ekspor migas naik 17,12% menjadi USD131,76 juta dibanding bulan sebelumnya USD112,50 juta. Kontribusi komoditi migas hanya 8,50% dari total ekspor Jatim pada Desember 2017.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selama Februari 2021,...
Selama Februari 2021, Ekspor Jawa Timur Naik 11,05%
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Selama Agustus 2020,...
Selama Agustus 2020, Impor Jawa Timur Naik Sebesar 14,37%
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Januari - Oktober 2020,...
Januari - Oktober 2020, China Dominasi Impor di Jawa Timur
Impor Jawa Timur Selama...
Impor Jawa Timur Selama Januari 2021 Turun 13,72 Persen
Berita Terkini
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
31 menit yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
1 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
11 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
12 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
13 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
13 jam yang lalu
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved