Bank Jatim Targetkan Kinerja Tumbuh di Atas 10%

Minggu, 28 Januari 2018 - 14:05 WIB
Bank Jatim Targetkan...
Bank Jatim Targetkan Kinerja Tumbuh di Atas 10%
A A A
SURABAYA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memproyeksikan, pertumbuhan kinerja tahun ini bisa di atas 10%, baik pada sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Data Bank Jatim menunjukkan, selama 2017 DPK mencapai Rp39,84 triliun tumbuh 21,48% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp39,84 triliun. Pertumbuhan DPK yang signiflkan tersebut menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat bank berkode saham BJTM itu. Sementara penyaluran kredit mencapai Rp31,75 triliun atau tumbuh 7,01% dibanding tahun sebelumnya. Untuk aset, selama 2017 mencapai Rp51,52 triliun dan tahun ini diharapkan tumbuh menjadi Rp55 triliun.

"Secara umum industri perbankan masih belum membaik. Tapi kami harus tetap optimistis bahwa Bank Jatim akan mencatat pertumbuhan kinerja," kata Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso, Minggu (28/1/2018).

Untuk perolehan laba, Bank Jatim selama 2017 membukukan laba bersih mencapai Rp1,15 triliun, tumbuh 12,76% dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,03 triliun. Pertumbuhan laba ini menunjukkan performa kinerja bank yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah daerah Jatim tersebut cukup baik di 2017.

“Tahun 2017 memang tidak mudah bagi bisnis perbankan. Dampak perlambatan ekonomi masih sangat terasa, sikap hati-hati masyarakat dalam berinvestasi maupun berbisnis mengakibatkan dampak yang cukup signifikan bagi seluruh bisnis perbankan," imbuh Soeroso.

Dari sisi penyaluran kredit, penyumbang tertinggi penyaluran kredit Bank Jatim adalah kredit konsumer yang penyalurannya mencapai Rp22,29 triliun atau menyumbang porsi sekitar 70,2% dari total kredit Bank Jatim.Selain mencatatkan rasio kinerja yang positif, Bank Jatim juga mencatatkan rasio keuangan yang cukup baik di 2017 di antaranya Return on Equity (ROE) sebesar 17,43%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,68%, Retum On Asset (ROA) sebesar 3,12%, dan Biaya Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 68,63%.

Soeroso menambahkan, selama 2017, Bank Jatim juga gencar membuka beberapa kantor cabang dan jaringan layanan lainnya. Sehingga jumlah jaringan bank yang IPO sejak 2012 itu telah mencapai 1.608 titik layanan. Ini terdiri dari satu kantor pusat, 48 kantor cabang, 166 cabang pembantu, 199 kantor kas, 191 kantor layanan syariah, 190 payment point, 88 kas mobil, 723 ATM dan dua CDM.

Terkait rencana spin off (pemisahan) Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Badan Usaha Syariah (BUS), Bank Jatim masih menunggu izin prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank Jatim telah menyetor modal sebesar Rp502 miliar untuk mendirikan Bank Jatim Syariah. Namun, OJK menginginkan setoran modal awal sebesar Rp1 triliun agar Bank Jatim Syariah bisa masuk Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) 2. "Kami akan tetap berupaya memenuhi apa yang dipersyaratkan oleh OJK," tandas Soeroso.

Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha menambahkan, hingga akhir Desember 2017 pembiayaan UUS Bank Jatim tercatat sebesar Rp941 miliar atau sebesar 2,56% dari total kredit di Bank Jatim. Rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Finance/NPF) tercatat sebesar 2,5%. "UUS Bank Jatim telah mencatatkan laba sebesar Rp1,5 miliar per Desember 2017," terangnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selama Triwulan I 2021,...
Selama Triwulan I 2021, Bank Jatim Bukukan Laba Bersih Rp448 Miliar
Triwulan III 2020, Bank...
Triwulan III 2020, Bank Jatim Cetak Laba Bersih Rp1,1 Triliun
Busrul Iman Resmi Jabat...
Busrul Iman Resmi Jabat Dirut Bank Jatim
Melaju Terus Tanpa Batas,...
Melaju Terus Tanpa Batas, Aset Bank Jatim Tembus Rp101 Triliun
Laba Bank Jatim Tembus...
Laba Bank Jatim Tembus Rp. 1 Triliun di Semester Satu
Bank Jatim Siapkan Capex...
Bank Jatim Siapkan Capex Rp300 Miliar di 2021
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved