Kenaikan Harga Minyak Dunia Berpotensi Dorong Inflasi

Minggu, 28 Januari 2018 - 19:05 WIB
Kenaikan Harga Minyak...
Kenaikan Harga Minyak Dunia Berpotensi Dorong Inflasi
A A A
JAKARTA - Kenaikan harga minyak dunia berpotensi mendorong inflasi dan menekan daya beli masyarakat. Saat inflasi naik, maka akan diikuti dengan kenaikan suku bunga simpanan (cost of fund) dan suku bunga pinjaman.

"Hal tersebut akan menyebabkan pertumbuhan kredit melambat, investasi turun, dan menekan pertumbuhan ekonomi," kata Pengamat Institute for Develompment of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto, Minggu (28/1/2018).

Menurut dia, penurunan daya beli juga akan berpengaruh pada sumber utama pertumbuhan ekonomi, terutama konsumsi rumah tangga dan Investasi.

Saat daya beli menurun maka rumah tangga akan menahan konsumsi saat ini, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan ke depan. Berdasarkan data, bahwa kenaikan premium sebesar 23,5% dan solar sebesar 36,4% di November 2014 diikuti oleh inflasi sebesar 3,96% di bulan November-Desember 2014 yang lebih besar dari total inflasi 2017 sebesar 3,61%.

Terlebih, kenaikan harga minyak ditengah ketergantungan impor minyak yang besar, berkonsekuensi pada naiknya permintaan dolar. "Sementara kemampuan peningkatan ekspor masih sangat terbatas, sehingga berpotensi menekan keseimbangan pasar valas yang berisiko mengganggu stabilitas serta nilai rupiah," papar Eko.

Meski demikian, inflasi 2017 terkendali pada level yang rendah dan berada pada sasaran inflasi 4±1%. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, terkendalinya inflasi 2017 didorong oleh rendahnya inflasi inti dan inflasi volatile food serta terkelolanya dampak kenaikan berbagai tarif dalam inflasi administered prices.

Selain itu, terkendalinya inflasi 2017 juga didukung oleh faktor positif permintaan dan penawaran, rendahnya tekanan dari eksternal, serta koordinasi kebijakan yang kuat antara BI dan pemerintah di pusat maupun daerah. Sementara itu, berdasarkan Survei Pemantauan Harga BI pada pekan keempat Januari 2018, inflasi bulanan diproyeksikan 0,73% (month to month).

"Kita juga mengidentifikasi ada sumbersumber inflasi, misalnya tadi harga beras, harga daging ayam dan kita sambut baik bahwa pemerintah sudah mengimpor beras karena untuk meyakini tersedianya suplai beras yang cukup,” jelas Agus. Ke depan, inflasi diperkirakan akan berada pada sasaran inflasi 2018, yaitu 3,5±1%.

BI juga akan terus mewaspadai risiko kenaikan inflasi. Untuk itu, koordinasi kebijakan antara BI dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam pengendalian inflasi akan terus diperkuat.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jelang Pengumuman Inflasi...
Jelang Pengumuman Inflasi AS, Harga Minyak Mentah Terkoreksi
Harga Minyak Dunia Ambruk,...
Harga Minyak Dunia Ambruk, Brent dan WTI Tinggalkan USD100 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Tembus Rekor Baru, Brent Sentuh USD82,77
Bersiap Menghadapi Kenaikan...
Bersiap Menghadapi Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Berita Terkini
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
2 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
5 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
5 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
6 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
8 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved