Rupiah Diprediksi Masih Dalam Tren Pelemahan
Selasa, 30 Januari 2018 - 10:04 WIB
Rupiah Diprediksi Masih Dalam Tren Pelemahan
A
A
A
Meningkatnya permintaan atas dolar Amerika Serikat (USD) membuat laju rupiah tidak mampu bertahan di atas target support Rp13.316/USD. Di sisi lain, penguatan rupiah yang telah terjadi dalam beberapa hari sebelumnya dimanfaatkan untuk aksi ambil untung dan beralih ke USD.
Pergerakan rupiah pun diperkirakan masih dalam pelemahannya. Masih adanya sentimen positif yang terdapat di pasar diharapkan masih bertahan. "Sehingga memberikan imbas positif bagi pergerakan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (30/1/2018).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.368/USD dan resisten Rp13.296/USD. Sementara, dia menjelaskan, pergerakan rupiah cenderung kembali melemah. Pergerakan laju USD yang kembali terapresiasi memberikan imbas negatif pada laju rupiah.
"Meski demikian, masih terdapat sejumlah sentimen positif terutama dari komentar Gubernur Bank Indonesia yang mengatakan kondisi perekonomian Indonesia terus membaik dan akan lebih baik lagi di masa mendatang. Namun demikian, sentimen tersebut tidak cukup kuat mengangkat rupiah," pungkasnya.
Pergerakan rupiah pun diperkirakan masih dalam pelemahannya. Masih adanya sentimen positif yang terdapat di pasar diharapkan masih bertahan. "Sehingga memberikan imbas positif bagi pergerakan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (30/1/2018).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.368/USD dan resisten Rp13.296/USD. Sementara, dia menjelaskan, pergerakan rupiah cenderung kembali melemah. Pergerakan laju USD yang kembali terapresiasi memberikan imbas negatif pada laju rupiah.
"Meski demikian, masih terdapat sejumlah sentimen positif terutama dari komentar Gubernur Bank Indonesia yang mengatakan kondisi perekonomian Indonesia terus membaik dan akan lebih baik lagi di masa mendatang. Namun demikian, sentimen tersebut tidak cukup kuat mengangkat rupiah," pungkasnya.
(akr)