Wal Street Merosot Tajam Terseret Kejatuhan Saham Apple

Selasa, 30 Januari 2018 - 08:27 WIB
Wal Street Merosot Tajam...
Wal Street Merosot Tajam Terseret Kejatuhan Saham Apple
A A A
NEW YORK - Wall Street berbalik melemah dari level tertinggi pada perdagangan awal pekan, Senin waktu setempat. Dow Jones dan indeks S&P 500 menandai penurunan terbesar dalam satu hari dengan persentase paling tinggi sekitar lima bulan terbebani kejatuhan saham Apple.

Saham Apple (AAPL.O) tercatat ambruk mencapai sebesar 2,1% menjelang laporan perusahaan pada tengah pekan ini. "Pasar merespons tentang perkiraan laba Apple serta perkembangan penjualan iPhone X," kata wakil presiden senior Hellwig Bucky,di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama.

Indeks S & P teknologi. SPLRCT turun 0,9% untuk menjadi hambatan terbesar pada indeks saat Wall Street sempat menguat dalam empat minggu sejak 2016. Para pelaku pasar memantau volatilitas jangka pendek saham AS, hingga sebelumnya ditutup naik 2.76 poin atau hampir 25% di level 13.84, mendekati posisi tertinggi sejak 18 Agustus.

Dow Jones Industrial Average. DJI mengalami kejatuhan sebesar 177,23 poin atau 0,67% ke posisi 26.439,48 sedangkan indeks S & P 500. SPX kehilangan poin 19,34 poin yang setara dengan 0,67% menjadi 2.853,53. Selanjutnya komposit Nasdaq. IXIC turun 39,27 poin atau 0.52% ke level 7.466,51.

Dow dan S & P 500 telah mengalami penurunan persentase harian terbesar sejak 5 September. Hal ini menjelasng rapat the Federal Reserve alias The Fed serta laporan beberapa perusahaan besar AS termasuk Amazon.com (AMZN. O), alfabet (GOOGL. O) dan Facebook (FB. O).

Pertumbuhan pendapatan kuartal keempat untuk S & P 500 saat ini terlihat di posisi 13,2% atau mengalami kenaikan dari 12% pada awal tahun ini, menurut data Thomson Reuters. Perusahaan yang telah melaporkan, sekitar 80% telah mengalahkan prediksi sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
7 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
7 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
9 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
9 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
10 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved