Rupiah Diramal Kembali Perkasa Saat Laju USD Tertahan
Kamis, 01 Februari 2018 - 09:20 WIB
Rupiah Diramal Kembali Perkasa Saat Laju USD Tertahan
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan laju dolar Amerika Serikat (USD) yang berbalik melemah seiring adanya aksi lepas kembali USD berimbas positif pada berbalik menguatnya rupiah sehingga mampu bertahan di atas target support Rp13.430/USD. Diperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.443/USD dan resisten Rp13.364/USD.
"Diharapkan kondisi ini dapat menjadi momentum untuk kembali menguatnya laju rupiah seiring masih adanya sentimen positif," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Sementara, pergerakan rupiah kemarin mampu terapresiasi setelah laju USD mulai berbalik melemah. Adanya pemberitaan Industri pengolahan yang mencatatkan nilai ekspor sepanjang Januari-Desember 2017 sebesar USD125 miliar.
Di mana angka tersebut memberikan kontribusi tertinggi hingga 76%, dari total nilai ekspor Indonesia yang mencapai USD168,73 miliar yang diiringi sikap investor di pasar valas yang cenderung menahan diri terhadap USD cukup memberikan dampak positif pada rupiah.
"Sikap tersebut setelah pelaku pasar mendengarkan pidato Presiden Trump dihadapan kongres dimana pemerintahan Trump menginginkan untuk menyetujui setidaknya USD1,5 triliun untuk program pembangunan infrastruktur namun, masih mempermasalahkan soal imigrasi. Selain itu, pelaku pasar juga cenderung menahan diri terhadap hasil pertemuan FOMC," pungkasnya.
"Diharapkan kondisi ini dapat menjadi momentum untuk kembali menguatnya laju rupiah seiring masih adanya sentimen positif," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Sementara, pergerakan rupiah kemarin mampu terapresiasi setelah laju USD mulai berbalik melemah. Adanya pemberitaan Industri pengolahan yang mencatatkan nilai ekspor sepanjang Januari-Desember 2017 sebesar USD125 miliar.
Di mana angka tersebut memberikan kontribusi tertinggi hingga 76%, dari total nilai ekspor Indonesia yang mencapai USD168,73 miliar yang diiringi sikap investor di pasar valas yang cenderung menahan diri terhadap USD cukup memberikan dampak positif pada rupiah.
"Sikap tersebut setelah pelaku pasar mendengarkan pidato Presiden Trump dihadapan kongres dimana pemerintahan Trump menginginkan untuk menyetujui setidaknya USD1,5 triliun untuk program pembangunan infrastruktur namun, masih mempermasalahkan soal imigrasi. Selain itu, pelaku pasar juga cenderung menahan diri terhadap hasil pertemuan FOMC," pungkasnya.
(akr)