Rupiah Dibuka Tertekan, USD Jaga Tren Kenaikan

Kamis, 01 Februari 2018 - 10:30 WIB
Rupiah Dibuka Tertekan,...
Rupiah Dibuka Tertekan, USD Jaga Tren Kenaikan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibuka sedikit terbebani di sesi pagi ketika kemarin sempat memberikan sinyal positif. Pergerakan mendatar mata uang Garuda menjelang akhir pekan mengiringi USD yang mempertahankan kenaikan moderat terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka sedikit membaik pada level Rp13.402/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat tipis dari sebelumnya Rp13.413/USD.

Di sisi lain data Bloomberg, rupiah justru terlihat semakin merosot di awal perdagangan menjadi Rp13.389/USD atau tidak lebih baik dari penutupan tengah pekan kemarin Rp13.386/USD. Pergerakan harian rupiah ada di kisaran Rp13.389-Rp13.411/USD.

Sementara menurut data Yahoo Finance, rupiah mengawali perdagangan semakin memburuk ke level Rp13.398/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.387/USD. Rupiah sendiri bergerak pada level Rp13.383-Rp13.405/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pagi ini bertengger di level Rp13.403/USD. Posisi tersebut memperlihatkan rupiah semakin tak berdaya dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.388/USD.

Dilansir Reuters, Kamis (1/2/2018) dolar menjaga tren kenaikan terhadap beberapa mata uang utama setelah Federal Reserve mengisyaratkan pede pertumbuhan ekonomi terebsar di dunia itu akan berada dalam jalur yang tepat. The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah, namun menerangkan bahwa inflasi akan meningkat tahun ini.

Tercatat USD stabil pada posisi 109.170 saat berhadapan dengan Yen Jepang setelah terpental 0,4% pada sesi semalam untuk menarik diri dari level terendah empat bulan 108,280 pada hari Jumat. USD telah kehilangan mencapai 3,1% terhadap Yen sepanjang Januari sedikit banyak terimbas kekhawatiran tentang proteksionisme perdagangan AS.

Sedangkan euro sedikit mengalami perubahan pada level 1,2419 terhadap USD, usai tergelincir dari level tertinggi pada hari sebelumnya di posisi 1,2475. Indeks dolar terhadap enam mata uang utama berada di level 89.077 atau telah merangkak kembali dari posisi pekan lalu yang sempat turun.

Pounds lebih tinggi pada level 1,4202 terhadap USD setelah melonjak 5% terhadap dolar pada bulan Januari. Dolar Australia sedikit berubah pada posisi 0,8062 saat melawan mata uang Negeri Paman Sam usai tergelincir sekitar 0,4% pada hari sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
6 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
6 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
8 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
8 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
8 jam yang lalu
Infografis
3 Ruas Tol Fungsional...
3 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved