Berharta Miliaran Dolar, Keluarga Kerajaan Inggris Gemar Berhemat

Kamis, 01 Februari 2018 - 23:00 WIB
Berharta Miliaran Dolar,...
Berharta Miliaran Dolar, Keluarga Kerajaan Inggris Gemar Berhemat
A A A
LONDON - Konsultan bidang valuasi bisnis, Brand Finance memperkirakan pada tahun lalu, kekayaan keluarga Kerajaan Inggris mencapai USD95 miliar atau setara Rp1.275 triliun (kurs Rp13.428/USD). Melansir CNBC, Kamis (1/2/2018), kekayaan itu meliputi aset bangunan dan tanah di Istana Buckingham yang memiliki luas 830.000 kaki persegi, koleksi seni, dan merek kerajaan.

Forbes, media yang gandrung mengurut kancing orang-orang kaya, menulis kekayaan pribadi Ratu Elizabeth II mencapai USD530 juta atau setara Rp7,11 triliun. Dan perhitungan Wealth-X, kekaayan semua anggota keluarga kalau digabungkan mencapai USD1 miliar.

Meski memiliki harta berlimpah, keluarga Kerajaan Inggris tidak memanfaatkan diri untuk mengaktualisasi status sosialnya alias pamer. Mereka memiliki cara lain dalam menunjukkan eksistensinya, yaitu hidup hemat. Mereka jarang sekali membeli barang-barang mahal meski mampu. "Mereka lebih suka beli pakaian dalam suasana belanja yang hiruk pikuk," tulis Telegraph.

Sebagai gambaran adalah Putri Charlotte, anak dari Pangeran William dengan Kate Middleton. Saat masih bayi, sang ayah hanya membungkusnya dengan selendang Hurt & Sons seharga USD100. Saat itu, ada 100.000 orang dari 183 negara yang mengunjungi situs tersebut dan membeli selendang serupa.

Bagi mereka, kaya tidak harus berarti pemborosan. Salah satu contoh terbaru, laporan Reader’s Digest mengungkapkan Pangeran Harry dan Meghan Markle yang akan menikah pada 19 Mei tahun ini, terbang dengan pesawat komersial dan berada di kelas ekonomi. Padahal mereka bisa saja menggunakan pesawat pribadi. Kebiasaan ini mengikuti dari sang ratu, yang sering naik kereta umum.

Alasan dari keluarga Kerajaan Inggris memprioritaskan hidup hemat adalah kepedulian soal hemat energi. Financial Times menulis pada tahun 2011, empat juta rumah tangga di Inggris menghadapi krisis bahan bakar. Situasi di mana pemilik rumah harus menghabiskan 10% dari pendapatan tahunan mereka untuk menjaga agar tempat tinggal mereka tetap hangat.

Mendapati laporan demikian, sang ratu tidak hanya mengucap prihatin. Ratu Elizabeth II yang tinggal di istana dengan 775 kamar, memerintahkan pegawainya untuk hemat energi di lingkungan istana. Bahkan sang ratu sendiri yang menjelajahi lorong-lorong istana untuk memastikan menghemat listrik.

Selain hemat listrik, keluarga tersebut juga tidak mempermasalahkan memakai pakaian bekas. Pangeran George, putera dari Pangeran William, baru-baru ini mengenakan pakaian bekas ayahnya sepanjang tahun 1984. Media Inggris, Express memberitakan Ratu Elizabeth II memang dikenal suka menggunakan pakaian lamanya.

Kebiasaan hidup hemat lainnya dari perabotan di Istana Kensington. Umumnya orang mengira perabotan di istana ialah yang mahal dan jarang dimiliki orang kebanyakan. Dalam kunjungan ke Swedia pekan ini, Pangeran William dan Kate Middleton mengungkapkan mereka membeli beberapa perabot IKEA untuk kamar anak-anak mereka di Istana Kensington.

Kebiasaan hemat lainnya adalah soal makanan. Keluarga Kerajaan Inggris dikenal sering makan di rumah. Bahkan mereka tidak suka membiarkan makanan tersisa. "Keluarga ini sangat irit soal makanan dan tidak suka untuk mensia-siakan makanan," tulis Phil Dampier, penulis Rahasia Keluarga Kerajaan.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Carolyn Robb, koki istana dari tahun 1989-2000. Dalam sebuah wawancara televisi, Robb mengatakan ketika piknik ke luar, keluarga kerajaan membawa makanan sendiri dan menyimpan sisanya ke wadah Tupperware. "Jika kita membuat domba panggang dan ada sisa makanan, kita akan membuat kue Shepard pada esoknya," ujar Pangeran Charles dikutip Robb.

Sang koki menambahkan, keluarga kerajaan jarang memakan makanan mewah seperti kaviar. Mereka lebih memilih makanan sederhana, segar, dan buatan sendiri.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
31 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
38 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved