USD Jatuh, Tekanan Jual Rupiah Sedikit Mereda

Selasa, 06 Februari 2018 - 17:14 WIB
USD Jatuh, Tekanan Jual...
USD Jatuh, Tekanan Jual Rupiah Sedikit Mereda
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup masih tercatat melemah, namun pelemahan rupiah terlihat mulai mereda. Kondisi mata uang Garuda ini terjadi saat USD terlihat melemah terhadap beberapa mata uang lainnya.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah berada pada level Rp13.540/USD atau masih tercatat melemah dari penutupan kemarin di level Rp13.520/USD. Namun, lebih baik dari pembukaan tadi pagi yang berada di level Rp13.595/USD, pergerakan harian rupiah sore ini berada di kisaran Rp13.517-Rp13.621/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore berada pada posisi Rp13.550/USD atau masih melemah saat dibanding penutupan sebelumnya Rp13.520/USD. Namun, tercatat membaik dari pembukaan tadi pagi di level Rp13.587/USD, rupiah sore ini berada pada level Rp13.518-Rp13.605/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ke level Rp13.580/USD atau melemah dibanding sebelumnya di level Rp13.492/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah sore ini tertahan di level Rp13.578/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin tidak berdaya alias memburuk dibandingkan posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.498/USD.

Dilansir Reuters, Selasa (6/2/2018), USD tergelincir setelah sebelumnya menguat ketika investor telah membuang aset berisiko untuk keamanan relatif pada greenback. Namun, pasar mata uang pada umumnya tetap tenang dibanding penurunan di pasar ekuitas.

Aksi jual di seluruh pasar saham dunia membuat investor bergegas masuk ke USD, membantu mata uang AS berperforma baik melawan euro, poundsterling Inggris dan mata uang terkait komoditas.

Namun, pada awal perdagangan Eropa hari ini, USD mengembalikan beberapa keuntungan tersebut, dengan pasar mata uang tidak menunjukkan jenis gerakan panik yang terlihat di kelas aset lainnya.

Euro terhadap USD bahkan mampu naik 0,4% untuk diperdagangkan di atas level 1,2417. Terhadap beberapa mata uang, USD turun 0,1% setelah sebelumnya sempat melompat tinggi.

"Kami melihat beberapa tanda klasik di pasar mata uang, dengan yen dan Swiss franc bergerak lebih tinggi. Tapi itu tidak dramatis," kata Alvin Tan, pakar strategi FX di Societe Generale yang berbasis di London.

"Ini adil untuk mengatakan bahwa dolar didukung namun tetap cukup moderat," katanya, mengutip kemunduran hasil perbendaharaan AS semalam dalam mengimbangi iming-iming mencari keamanan pada greenback.

Tan mengatakan, jika aksi jual aset berisiko berlanjut, dia memperkirakan USD akan menguat terhadap mata uang terkait komoditas seperti dolar Australia dan Kanada, namun berjuang melawan euro dan yen.

Yen Jepang dan franc Swiss, yang cenderung menarik perhatian investor pada saat terjadi tekanan pasar, keduanya naik namun kenaikannya diredam.

Dolar terhadap yen tergelincir ke level 108,46 karena guncangan dalam ekuitas bertahan di perdagangan Asia hari ini. Namun kemudian mengurangi kerugian dan terakhir berada pada level 109,29.

Franc Swiss terhadap euro tercatat mendatar di level 1.1526, level terbaik sejak Oktober. Dolar Australia terhadap USD juga menguat setelah kemarin jatuh. Mata uang Australia diperdagangkan pada 78,86 sen, memperpanjang aksi jual sejak akhir Januari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
23 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
46 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved