Lompatan Harga Minyak Dunia Bikin BP Untung Dua Kali Lipat

Selasa, 06 Februari 2018 - 22:05 WIB
Lompatan Harga Minyak...
Lompatan Harga Minyak Dunia Bikin BP Untung Dua Kali Lipat
A A A
LONDON - Perusahaan raksasa minyak asal Inggris yakni BP mencetak keuntungan lebih dari dua kali lipat sepanjang 2017, yang sebagian besar berkat lompatan harga minyak mentah dunia. Kepala Eksekutif BP Bob Dudley memberikan pujian dan menegaskan bahwa raihan tersebut menjadi salah satu tahun terkuat dalam sejarah BP.

Seperti dilansir BBC, Selasa (6/2/2018) BP membuka tujuh ladang minyak dan gas (migas) baru pada 2017 diiringi peningkatan produksi minyak mencapai sebesar 12% menjadi 247 juta barel minyak per hari. Sedangkan pekan lalu, BP mengumumkan bahwa mereka berharap dapat menggandakan produksi minyak North Sea menjadi 200.000 barel pada tahun 2020 melalui berbagai proyek.

"Kami memasuki tahun kedua dari rencana lima tahun kami dengan momentum nyata. Kami (BP) semakin yakin dan percaya diri bahwa bakal dapat terus memberikan pertumbuhan di seluruh lini bisnia kami. Serta meningkatkan arus kas dan imbal hasil bagi para pemegang saham hingga tahun 2021 dan seterusnya," ucap Dudley dengan sangat yakin.

Tercatat keuntungan BP pada kuartal keempat tahun 2017 meningkat menjadi USD2,1 miliar atau melesat apabila dibandingkan dengan raihan USD400 juta sepanjang periode tiga bulanan yang sama di 2016. Kinerja positif perusahaan didorong oleh lonjakan kenaikan harga minyak mentah ketika pada awal Januari lalu, harga minyak sempat tembus USD70 per barel.

Angka tersebut menjadi pertama kalinya sejak Desember 2014. Harga minyak mentah seperti diketahui telah meningkat sejak akhir 2016 ketika anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) melakukan upaya terkoordinasi untuk mengekang produksi mereka. BP sendiri sudah menghabiskan bertahun-tahun dalam memulihkan kondisi perusahaan setelah tumpahan minyak Deepwater Horizon 2010 di Teluk Meksiko.

Sebelas orang tewas dan 17 terluka dalam sebuah ledakan dengan perkiraan 4,9 juta barel minyak bocor ke Teluk sebagai akibatnya. Total kerugian perusahaan mencapai lebih dari USD60 miliar hingga terpaksa harus menjual aset untuk membayar tagihan. "Kelemahan pasar telah membuat kinerja kami kokoh. BP dalam kondisi bagus, terutama mengingat kesengsaraan akhir-akhir ini," jelas Kepala investor interaktif Richard Hunter.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cetak Laba Tertinggi...
Cetak Laba Tertinggi Kedua dalam Satu Dekade, BP Raup Cuan Rp215,1 Triliun di 2023
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
27 menit yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
1 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
2 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
2 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
4 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved