Sulut Bertekad Tingkatkan Produksi Pertanian dan Ternak

Rabu, 07 Februari 2018 - 05:12 WIB
Sulut Bertekad Tingkatkan...
Sulut Bertekad Tingkatkan Produksi Pertanian dan Ternak
A A A
MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bertekad meningkatkan produksi komoditas pertanian dan peternakan tahun ini. Peningkatan itu meliputi produksi komoditas pangan nasional dengan target produksi padi 613.583 ton dan jagung 539.834 ton.

Sementara cabai 16.977 ton, bawang merah 2.658 ton, dan tomat 25.238 ton untuk mengamankan produksi dan produktivitas komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi nasional.

"Selain itu, meningkatkan produksi daging sapi sebanyak 3.465.639 kg untuk mendukung pemenuhan kebutuhan daging sapi dalam negeri," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta di Manado, Selasa (6/2/2018).

Sejalan dengan itu, kata dia, Pemprov Sulut tetap fokus pada penanaman komoditas jagung dengan luas 450.000 hektare dengan target produksi 2 juta ton untuk mendukung peningkatan produksi komoditas jagung, selain untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Disamping itu juga, untuk mendorong percepatan pencapaian target produksi padi 784.000 ton, cabai 21.311 ton, bawang merah 2.701 ton dan produksi daging sapi 3.727.783 kg, melalui kegiatan upaya khusus (upsus) padi, jagung, cabai, bawang merah dan upsus sapi indukan wajib bunting (upsus siwab).

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Novly Wowiling menjelaskan tujuan dilaksanakannya pertemuan itu. "Rapat ini untuk mengevaluasi pembangunan pertanian di tahun 2017. Ini sebagai bahan dasar untuk bergerak di tahun 2018 sehingga tidak menemui hambatan pada pelaksanaan kegiatan," ujarnya.

Sektor pertanian dan peternakan sangat berperan penting dalam perekonomian Sulut karena mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian besar penduduk, menyediakan bahan mentah bagi industri dan menghasilkan devisa negara melalui ekspor non migas.

"Bahkan mampu menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam menghadapi krisis ekonomi yang melanda Indonesia dalam dua dekade terakhir," tukasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petrokimia Gresik Dorong...
Petrokimia Gresik Dorong Transformasi Sektor Pertanian dan Peternakan
Kementan: Brahman Sejahtera,...
Kementan: Brahman Sejahtera, Kisah Sukses Percontohan Korporasi Peternakan
Ekspor Komoditas Peternakan...
Ekspor Komoditas Peternakan ke Jepang, Buktikan Gratieks Berjalan Efektif
Kementan: 455.318 Ekor...
Kementan: 455.318 Ekor Ayam Peternak Mandiri Telah Dibeli Mitra Peternakan
Peternakan di Lampung...
Peternakan di Lampung Meningkat 10 Kali, Indonesia Tak Lagi Impor
Industri Peternakan...
Industri Peternakan Masih Terkendala Rantai Pasok Produk Pertanian
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
48 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved