Phapros Menangkan Tender E-Catalogue Senilai Rp2 Triliun

Kamis, 08 Februari 2018 - 21:06 WIB
Phapros Menangkan Tender...
Phapros Menangkan Tender E-Catalogue Senilai Rp2 Triliun
A A A
SEMARANG - PT Phapros. Tbk kembali memenangkan tender obat e-catalogue untuk dua tahun ke depan, berdasarkan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah. Pada tahun 2018 ini nilai e-catalogue yang dimenangkan Phapros naik lebih dari 100% dari total nilai yang didapatkan saat lelang e-catalogue 2017 lalu sebesar Rp498 miliar.

"Berdasarkan pengumuman yang disampaikan LKPP pada akhir 2017 lalu, Phapros kembali memenangkan tender e-catalogue untuk dua periode 2018 dan 2019 senilai Rp2 triliun," kata Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami di Semarang, Kamis (8/2/2018).

Peluang Phapros untuk masuk ke pasar e-catalog menurut Emmy dari tahun ke tahun semakin besar. Pada tahun 2013 saja, nilai anggaran belanja negara terhadap produk e-catalog di sektor kesehatan mencapai lebih dari Rp 4 triliun, dan angka tersebut semakin meningkat di tahun 2017-2018 yang mencapai Rp 9 triliun.

Sehingga hal itu mendorong Phapros untuk bisa memberikan kontribusi positif di era JKN seperti saat ini. "Ke depannya kami akan pastikan agar supply produk tetap baik dan terjaga sehingga kami bisa memberikan yang terbaik untuk menyukseskan program JKN/BPJS Kesehatan,” tambahnya.

Disebutkannya, ada 27 jenis obat paket lelang yang dimenangkan Phapros, di mana jumlah tersebut masih di luar 9 jenis obat paket tambahan senilai lebih dari Rp40 miliar. Sehingga, total obat yang dimenangkan Phapros sebanyak 36 jenis. Adapun dari 36 jenis obat yang dimenangkan Phapros dalam e-catalogue, Tablet Tambah Darah (TTD) dan Fixed-Dose Combination (FDC) sebagai obat TB menjadi kontributor terbesar, yakni mencapai lebih dari Rp300 miliar.

Tablet Tambah Darah dan FDC merupakan program pemerintah, untuk menurunkan penderita anemia pada remaja dan ibu hamil yang bisa menyebabkan gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis (stunting) akibat kekurangan gizi.

"Sehingga dengan dimenangkannya TTD dan FDC bisa semakin menguatkan komitmen kami untuk berkontribusi mengatasi kedua masalah utama di bidang kesehatan tersebut,” jelas Emmy.

Corporate Secretary PT Phapros Imam Ariff Juliadi menambahkan, Phapros, memiliki kekuatan di produk obat TB (tuberculosis) dan tablet tambah darah. "Optimalisasi kapasitas produksi yang didanai oleh penerbitan MTN juga diarahkan untuk produksi kedua jenis obat tersebut," tambahnya.

Ia menyebutkan, saat ini Phapros memproduksi lebih dari 250 item obat, di antaranya yakni obat hasil pengembangan sendiri dan salah satu produk unggulan Phapros yang menjadi pemimpin pasar di kategorinya yaitu Antimo.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Meramu Strategi Sektor...
Meramu Strategi Sektor Farmasi Demi Tumbuh Saat Pandemi
Pasar dan Bahan Baku...
Pasar dan Bahan Baku Herbal Melimpah, Phapros Dukung Pengembangan OMAI
Pacu Inovasi, Phapros...
Pacu Inovasi, Phapros Optimistis Capai Pertumbuhan Positif di 2020
Penjualan Antimo Menurun...
Penjualan Antimo Menurun Tajam Saat PSBB, Phapros Kejar Peluang dari Produk Multivitamin
Bukannya Untung, Dua...
Bukannya Untung, Dua BUMN Farmasi Ini Justru Buntung Saat Pandemi
Rancang Strategi Transformasi...
Rancang Strategi Transformasi Usaha Farmasi, GPFI Gelar Rakernas di Solo
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
39 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved