Rampingkan Manajemen, Debenhams Bersiap PHK 323 Pekerja

Kamis, 08 Februari 2018 - 23:03 WIB
Rampingkan Manajemen,...
Rampingkan Manajemen, Debenhams Bersiap PHK 323 Pekerja
A A A
LONDON - Jaringan ritel department store asal Inggris yakni Debenhams berencana mengurangi 320 pekerja pada bagian manajemen dalam upaya mengurangi pengeluaran perusahaan. Debenhams menerangkan bulan ini akan menjadi langkah awal penghematan setelah mengeluarkan peringatakan hasil mengecewakan setelah perdagangan selama Natal anjlok.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (8/2/2018) lebih lanjut peritel yang memiliki kurang lebih 178 toko di seluruh Inggris Raya menambahkan, bakal melakukan peninjauan kembali terhadapan toko-toko mana yang harus melakukan perampingan. "Penghematan biaya yang signifikan dapat dilakukan dengan cara mengurangi kompleksitas peran manajemen di toko-toko," ucap pihak perusahaan.

Jumlah pekerja yang harus menerima pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar sebesar 320 orang atau seperempat dari peran manajemen toko."Kami saat ini berkonsultasi dengan individu yang terkena dampak serta bakal mencari peluang terkait kemungkinan mutasi. Kami membayangkan struktur baru akan terbentuk sepenuhnya di akhir Maret," ungkapnya.

Kabar ini mencuat setelah tiga perusahaan besar sektor ritel di Inggris seperti Tesco, Sainsbury's and Morrisons juga mengumumkan rencana untuk mengurangi ribuan pekerjaan, termasuk perampingan pada lapisan manajemen kelas menengah. Di sisi lain saham Debenhams jatuh cukup tajam pada bulan Januari di tengah pasar yang mudah melemah dan kurang kompetitif.

Akibatnya laba tahunan diperkirakan antara 55 juta poundsterling dan 65 juta pounds tahun ini, untuk lebih rendah dari prediksi analis sebelumnya pada angka 83 juta pounds. Debenhams sendiri merupakan peritel besar dengan kurang lebih 240 toko yang telah beroperasi di lebih dari 27 negara. Seperti diketahui sektor ritel secara keseluruhan mengalami perubahan besar saat toko tradisional mencari cara mengatasi menjamurnya belanja online.

Marks and Spencer, House of Fraser dan Mothercare merupakan di antara peritel lainnya yang juga melaporkan kinerja mengecewakan terkait penjualan menjelang Natal. Sedangkan bisnis online seperti Asos serta BooHoo justu mengalami pertumbuhan pesat dalam hal pendapatan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
46 menit yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
55 menit yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
1 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
3 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
3 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
3 jam yang lalu
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved