Penyebab Ekonomi Indonesia Tertinggal dari Vietnam

Kamis, 15 Februari 2018 - 17:03 WIB
Penyebab Ekonomi Indonesia...
Penyebab Ekonomi Indonesia Tertinggal dari Vietnam
A A A
JAKARTA - Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi mengungkap sejumlah faktor yang membuat ekonomi Vietnam mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yang bahkan dalam beberapa sektor telah mengalahkan Indonesia. Ibnu menuturkan setidaknya ada lima faktor utama mengapa ekonomi Vietnam mampu berkembang sangat pesat, yakni upah buruh, harga tanah, harga bahan-bahan baku, harga utilitas, dan perizinnan.

"Buruh kita kalah, mereka lebh murah. Harga tanah relatif sama, namun untuk sektor industri bisa sangat murah dan terkadang gratis, paling kena biaya administrasi dan pengelolaan. Barang bahan baku relatif sama. Keempat, utilitas sedikit lima murah dan terakhir perizinan memang lebih gampang disana," ucap Ibnu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Selain kelima faktor tersebut, Ia menambahkan terdapat satu faktor lain yang membuat Vietnam lebih dilirik oleh investor, yakni faktor keamanan. Ibnu menuturkan situasi di Vietnam, baik itu secara umum ataupun politik jauh lebih stabil, dengan keamanan yang lebih baik dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya. "Keamanan, jauh lebih aman disana. Biasa, negara komunis, negara sosialis itu lebih stabil, demonstrasi itu sangat jarang terjadi disana," paparnya.

Dia kemudian membandingkan nila ekspor antara Indonesiadan Vietnam. Pada tahun lalu nilai ekspor Vietnam mencapai USD214 miliar, sedangkan Indonesia hanya USD 168 miliar. Dari rangking kemudahan untuk berbisnis, Indonesia memang mengalami peningkatan dengan meloncat ke peringat 72. Namun, Vietnam juga melakukan hal yang sama, dengan meningkat ke posisi 68.

"Kalo tidak hati-hati Vietnam akan melampaui kita. Saya mengharapkan lebih intens lagi pada tingkat yang lebih tinggi, kedua harus berani ajak multi stakeholders, tidak cuma pemerintah tapi juga pengusaha. Minimal di tengah kompetisi kita coba bekerja sama, we are competing and at the same time collaborating," tukasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
13 menit yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
29 menit yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
59 menit yang lalu
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
10 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
10 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
10 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved