Izin Albothyl Dibekukan, DPR Duga Masih Banyak Obat Tak Layak Edar

Jum'at, 16 Februari 2018 - 18:41 WIB
Izin Albothyl Dibekukan,...
Izin Albothyl Dibekukan, DPR Duga Masih Banyak Obat Tak Layak Edar
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menduga masih banyak lagi obat, makanan, kosmetik, dan produk lain di pasaran yang tidak layak beredar. Hal ini dikatakan Saleh menanggapi pembekuan izin edar obat sariawan Albothyl oleh Badan Pengawas, Obat dan Makanan (BPOM).

(Baca: BPOM Bekukan Izin Edar Obat Sariawan Albothyl, Ini Penyebabnya )

"Saya mengapresiasi langkah BPOM dalam melakukan upaya perlindungan terhadap masyarakat dalam bidang peredaran obat, makanan dan kosmetik," ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Jakarta, Jumat (16/2/2018).

Dia menilai, langkah BPOM itu sangat baik karena dilakukan secara pro-aktif dengan melakukan uji klinis dengan metode farmakovigilans. Maka, dia berharap dengan pengawasan seperti itu, produk-produk yang beredar di masyarakat adalah produk-produk yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

"Kemarin ada obat yang katanya mengandung bahan baku babi. Sekarang ada obat dan kosmetik yang diduga berbahaya bagi kesehatan. Bisa jadi masih banyak lagi obat, makanan, kosmetik, dan produk lain di luar sana yang tidak layak beredar," ujarnya.

Dalam konteks itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta BPOM untuk semakin meningkatkan kinerjanya. Apalagi, pekan lalu BPOM baru saja menambah satu kedeputian baru yaitu deputi penindakan.

Melalui deputi itu, BPOM dapat menindak dan juga membina produsen agar menjaga mutu dan kualitas produksinya. "Mungkin ini salah satu cara BPOM menunjukkan kinerjanya dengan deputi barunya. Semoga tidak hanya di awal ini saja dan dapat berlanjut untuk seterusnya," ujar legislator asal daerah pemilihan Sumatera Utara II ini.

Dalam konteks pembekuan izin edar Albothyl, menurutnya, tetap diperlukan transparansi. BPOM perlu melakukan uji klinis yang terbuka dan transparan yang dapat dilihat semua orang, terutama mereka yang bergerak di bidang ini.

Dengan begitu, ujar Saleh, tingkat keberbahayaan bahan yang ada dalam albothyl itu dapat diketahui secara baik dan terbuka untuk diketahui masyarakat.

"Ini diperlukan sebagai bentuk perlindungan dan jaminan bagi produsen obat di Indonesia. Kalau mereka salah, memang harus diberi sanksi dan hukuman. Namun, jika mereka tidak salah, mereka juga berhak mendapat perlindungan. Jadi, kita fair dalam melihat kasus seperti ini," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPOM Gelar Pameran Produk...
BPOM Gelar Pameran Produk Probiotik
Beredar Ikan Makarel...
Beredar Ikan Makarel Kaleng Palsu, BPOM Minta Masyarakat Waspada
Marak Suplemen dengan...
Marak Suplemen dengan Klaim Bikin Tahan Lama di Ranjang, BPOM Peringatan Ini ke Pria
BPOM Tegaskan Belum...
BPOM Tegaskan Belum Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Ivermectin sebagai Obat COVID-19
Ajak Masyarakat Sadar...
Ajak Masyarakat Sadar Kesehatan, BPOM Segera Terapkan Label Kemasan dengan Skema Traffic Light
BPOM-Pemkab Bulukumba...
BPOM-Pemkab Bulukumba Jalin Sinergi dalam Pengawasan Obat dan Makanan
Berita Terkini
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
59 menit yang lalu
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
2 jam yang lalu
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
2 jam yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
2 jam yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
4 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
5 jam yang lalu
Infografis
Temulawak, Tanaman Obat...
Temulawak, Tanaman Obat Lokal yang Memiliki Banyak Khasiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved