AS Tolak China Akuisisi Bursa Efek Chicago

Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:21 WIB
AS Tolak China Akuisisi...
AS Tolak China Akuisisi Bursa Efek Chicago
A A A
CHICAGO - Amerika Serikat menolak penggabungan yang diusulkan antara Chicago Stock Exchange dan sebuah kelompok investor yang berhubungan dengan China. Keputusan ini diambil setelah lebih dari dua tahun menjadi perundingan dan perdebatan oleh pejabat terkait.

Seperti dilansir BBC, akuisisi tersebut awalnya disetujui oleh Komite Penanaman Modal Asing di Amerika Serikat, sambil menunggu persetujuan lebih lanjut dari Securities and Exchange Commission (SEC). Namun politisi AS, termasuk Presiden Trump mengatakan bahwa membiarkan perusahaan China berinvestasi di bursa AS adalah ide yang buruk.

Berdasarkan proposal tersebut, led North America Casin Holdings group yang dipimpin China akan membeli CHX Holdings, yang memiliki Chicago Stock Exchange. Bursa, yang hanya menangani 0,5% perdagangan saham AS, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan menyediakan pertukaran dengan "modal vital".

Dana itu akan digunakan "untuk meningkatkan berbagai inisiatif yang dirancang untuk memberi keuntungan bagi kota Chicago, ekonomi AS dan struktur pasar secara keseluruhan". Sementara investasi mendapat suara persetujuan awal oleh staf SEC pada Agustus 2017, komisi tersebut pada akhirnya memutuskan bahwa kesepakatan tersebut tidak memenuhi aturan yang mengatur bursa saham AS.

"Proses review juga menimbulkan pertanyaan tentang apakah struktur kepemilikan yang diusulkan akan memungkinkan komisi tersebut untuk melakukan pengawasan yang cukup terhadap pertukaran" kata SEC sebelumnya.

Keputusan SEC mengikuti beberapa saran dari pejabat AS untuk mencegah perusahaan China melakukan bisnis di AS, atau bermitra dengan perusahaan AS untuk menjual barang mereka di negara tersebut. Pada bulan Januari, raksasa telekomunikasi China Huawei mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat mencapai kesepakatan untuk menjual smartphone barunya melalui perusahaan penerbangan AS, yang secara luas dilaporkan sebagai AT & T.

Ditambah pada awal tahun ini,rRegulator Amerika Serikat (AS) menggagalkan proses akuisisi anak usaha Alibaba yakni Ant Financial yang akan membeli perusahaan penyedia layanan transfer uang MoneyGram International Inc. Hal ini menjadi penolakan terbesar perusahaan asal China oleh Washington sejak Donald Trump menguasai Gedung Putih.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
12 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
35 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved