Jepang Krisis Tenaga Kerja, Usia Pensiun Naik di Atas 70 Tahun

Sabtu, 17 Februari 2018 - 19:12 WIB
Jepang Krisis Tenaga...
Jepang Krisis Tenaga Kerja, Usia Pensiun Naik di Atas 70 Tahun
A A A
TOKYO - Pemerintah Jepang telah menyetujui rencana untuk menaikkan batas dimana pekerja bisa menarik uang pensiun di atas usia 70 tahun. Hal ini lantaran Negeri Matahari Terbit -julukan Jepang- tersebut sedang mengalami krisis jumlah pekerja, biaya kesejahteraan yang menggelembung serta menyusutnya basis pajak seiring tingginya aging population.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/2/2018) pemerintah pada akhir pekan kemarin mengatakan bahwa pihaknya bakal memperkuat perubahan tersebut, lewat perundang-undangan baru setelah April 2020. Selain itu, Jepang juga menaikkan usia pensiun pegawai negeri sipil dari saat ini 60 tahun menjadi 65 tahun secara bertahap bagi sekitar 3,4 juta pegawai negeri sipil.

Masyarakat Jepang saat ini dapat memilih untuk mulai menerima uang pensiun mereka setiap saat antara usia 60 dan 70 tahun. Dimana pembayaran bulanan yang lebih besar ditawarkan kepada mereka yang melakukannya setelah ulang tahun ke-65 mereka. Kebijakan ini diyakini bisa menjadi contoh bagi bagi negara-negara lain yang mengalami permasalahan serupa dengan Jepang, mulai dari Jerman, Italia, China, dan Korea Selatan.

Seperti diberitakan negara-negara tersebut sedang mengalami masalah serupa dipicu oleh masyarakatnya yang mulai menua. Kondisi tersebut menimbulkan masalah, seperti kekurangan tenaga kerja hingga melonjaknya biaya kesejahteraan. Jepang sendiri merupakan negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia, sementara jumlah kelahiran tahun lalu turun ke level terendah lebih dari satu abad.

Populasinya akan menyusut menjadi 88 juta dari 127 juta saat ini dalam empat dekade ke depan, seperti diperkirakan pemerintah. Demografi yang suram, ditambah dengan keengganan untuk melonggarkan peraturan imigrasi yang ketat, telah menyebabkan kekurangan tenaga kerja terburuk sejak awal 1970-an. Hal tersebut menghambat potensi kebijakan ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe, ucap Dana Moneter Internasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
38 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
1 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
2 jam yang lalu
Infografis
Olahraga untuk Usia...
Olahraga untuk Usia 40 Tahun ke Atas yang Bikin Panjang Umur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved