IHSG Sesi Pagi Menyusut Iringi Kejatuhan Bursa Asia
Selasa, 20 Februari 2018 - 09:59 WIB
IHSG Sesi Pagi Menyusut Iringi Kejatuhan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan, Selasa (20/2/2018) dibuka menyusut, setelah kemarin sepanjang hari mencetak kinerja positif. IHSG sesi pagi melemah 2,06 poin atau setara 0,0% ke posisi 6.687,23.
Sebelumnya di awal pekan, bursa saham Tanah Air kokoh di zona hijau untuk mengiringi lesatan bursa Asia ke level 6,689 dengan tambahan 97,71 poin atau setara 1,48%. Sementara pagi ini IHSG menyusut terseret sektor dalam negeri yang bergerak variatif dipimpin kejatuhan terdalam sektor perkebunan melemah 4,71 poin.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp1,1 miliar dengan 426 miliar saham.Tercatat 120 saham menguat, 72 saham melemah dan 123 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) naik Rp40 ke posisi Rp2.510, PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS) bertambah Rp40 menjadi Rp2.350 dan PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) meningkat Rp35 menjadi Rp970.
Sementara, pelemahan terjadi pada beberapa saham yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dengan penurunan sebesar Rp650 menjadi Rp81.275, PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp100 menjadi Rp8.325 serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berkurang Rp50 ke level Rp3.790.
Di sisi lain bursa Amerika Serikat (AS) masih libur karena memperingati Presidents Day. Sejumlah bursa di Asia juga tutup dalam rangka Chinese New Year. Sementara itu, bursa Eropa ditutup melemah dengan volume relatif tipis pada perdagangan terakhirnya.
Kebanyakan bursa saham Asia diperdangkan melemah dengan NikkeiJepang kehilangan 1,26% karena saham-saham finansial, manufaktur dan energi yang diperdagangkan di wilayah negatif, sementara saham teknologi diperdagangkan mixed. Saham produsen mobil juga kebanyakan lebih rendah dengan saham Toyota turun 1,22%.
Pelemahan itu diikuti Mitsubishi Motors yang melepas kenaikan awal hingga tergelincir 0,36%. Di Korea Selatan, indeks Kospi menyusut 0,89% terbebani kejatuhan sektor teknologi saat perusahaan besar seperti Samsung Electronics ambruk 2,23% dan SK Hynix turun 1,44%.
Pelemahan juga terlihat pada bursa Australia, S & P/ASX 200 yang turun 0,35% pada perdagangan pagi, meski sektor teknologi informasi berada dalam zona positif. Sub-indeks finansial justru tergelincir 0,55% dan sub-indeks materials turun 0,84%.
Sebelumnya di awal pekan, bursa saham Tanah Air kokoh di zona hijau untuk mengiringi lesatan bursa Asia ke level 6,689 dengan tambahan 97,71 poin atau setara 1,48%. Sementara pagi ini IHSG menyusut terseret sektor dalam negeri yang bergerak variatif dipimpin kejatuhan terdalam sektor perkebunan melemah 4,71 poin.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp1,1 miliar dengan 426 miliar saham.Tercatat 120 saham menguat, 72 saham melemah dan 123 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) naik Rp40 ke posisi Rp2.510, PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS) bertambah Rp40 menjadi Rp2.350 dan PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) meningkat Rp35 menjadi Rp970.
Sementara, pelemahan terjadi pada beberapa saham yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dengan penurunan sebesar Rp650 menjadi Rp81.275, PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp100 menjadi Rp8.325 serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berkurang Rp50 ke level Rp3.790.
Di sisi lain bursa Amerika Serikat (AS) masih libur karena memperingati Presidents Day. Sejumlah bursa di Asia juga tutup dalam rangka Chinese New Year. Sementara itu, bursa Eropa ditutup melemah dengan volume relatif tipis pada perdagangan terakhirnya.
Kebanyakan bursa saham Asia diperdangkan melemah dengan NikkeiJepang kehilangan 1,26% karena saham-saham finansial, manufaktur dan energi yang diperdagangkan di wilayah negatif, sementara saham teknologi diperdagangkan mixed. Saham produsen mobil juga kebanyakan lebih rendah dengan saham Toyota turun 1,22%.
Pelemahan itu diikuti Mitsubishi Motors yang melepas kenaikan awal hingga tergelincir 0,36%. Di Korea Selatan, indeks Kospi menyusut 0,89% terbebani kejatuhan sektor teknologi saat perusahaan besar seperti Samsung Electronics ambruk 2,23% dan SK Hynix turun 1,44%.
Pelemahan juga terlihat pada bursa Australia, S & P/ASX 200 yang turun 0,35% pada perdagangan pagi, meski sektor teknologi informasi berada dalam zona positif. Sub-indeks finansial justru tergelincir 0,55% dan sub-indeks materials turun 0,84%.
(akr)
Lihat Juga :