Rupiah Dibuka Tak Berdaya Saat USD Dekati Level Tertinggi
Kamis, 22 Februari 2018 - 10:28 WIB
Rupiah Dibuka Tak Berdaya Saat USD Dekati Level Tertinggi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Kamis (22/2/2018) dibuka tak berdaya untuk semakin terkapar di zona merah. Kondisi pelemahan mata uang Garuda mengiringi lesatan USD yang mendekati level tertinggi.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka ke level Rp13.665/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah anjlok dibandingkan posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.582/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pagi berada di level Rp13.643/USD atau memburuk dari posisi perdagangan sebelumnya pada level Rp13.618/USD. Pergerakan harian rupiah sendiri berada di kisaran Rp13.643 - Rp13.693/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di awal perdagangan bertengger di posisi Rp13.670/USD atau jatuh cukup dalam dari penutupan tengah pekan kemarin Rp13.618/USD. Kisaran pergerakan rupiah berada di level Rp13.616 - Rp13.685/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas mengawali perdagangan menjelang akhir pekan berada di level Rp13.665/USD. Posisi ini tidak juga membaik dari posisi kemarin di level Rp13.595/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Kamis (22/2/2018) dolar diperdagangkan mendekati level tertinggi satu pekan terhadap beberapa mata uang utama pada hari Kamis. USD meningkat setelah beberapa menit pertemuan Federal Reserve pada bulan Januari menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan lebih yakin akan kebutuhan untuk terus menaikkan suku bunga.
Indeks dolar berada di level 90.117 setelah mencapai posisi tertinggi di 90.166 atau terbaik sejak 13 Februari. Indeks tersebut menandai kenaikan sekitar 2,2% dari level terendah tiga tahun di dekat posisi 88,25 yang diraih pekan lalu.
Kenaikan inflasi yang lebih optimis dalam risalah rapat kebijakan Fed pada 30-31 Januari mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga. Pergerakan suku bunga jangka pendek AS terus mencerminkan harapan perusahaan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka ke level Rp13.665/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah anjlok dibandingkan posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.582/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pagi berada di level Rp13.643/USD atau memburuk dari posisi perdagangan sebelumnya pada level Rp13.618/USD. Pergerakan harian rupiah sendiri berada di kisaran Rp13.643 - Rp13.693/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di awal perdagangan bertengger di posisi Rp13.670/USD atau jatuh cukup dalam dari penutupan tengah pekan kemarin Rp13.618/USD. Kisaran pergerakan rupiah berada di level Rp13.616 - Rp13.685/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas mengawali perdagangan menjelang akhir pekan berada di level Rp13.665/USD. Posisi ini tidak juga membaik dari posisi kemarin di level Rp13.595/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Kamis (22/2/2018) dolar diperdagangkan mendekati level tertinggi satu pekan terhadap beberapa mata uang utama pada hari Kamis. USD meningkat setelah beberapa menit pertemuan Federal Reserve pada bulan Januari menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan lebih yakin akan kebutuhan untuk terus menaikkan suku bunga.
Indeks dolar berada di level 90.117 setelah mencapai posisi tertinggi di 90.166 atau terbaik sejak 13 Februari. Indeks tersebut menandai kenaikan sekitar 2,2% dari level terendah tiga tahun di dekat posisi 88,25 yang diraih pekan lalu.
Kenaikan inflasi yang lebih optimis dalam risalah rapat kebijakan Fed pada 30-31 Januari mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga. Pergerakan suku bunga jangka pendek AS terus mencerminkan harapan perusahaan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini.
(akr)