Rupiah dan IHSG Siang Kompak Terkapar di Zona Merah
Kamis, 22 Februari 2018 - 12:43 WIB
Rupiah dan IHSG Siang Kompak Terkapar di Zona Merah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini, terus jatuh semakin dalam ke zona merah. Terkaparnya mata uang Garuda diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berbalik memerah setelah sempat naik tipis pagi tadi.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.680/USD atau masih memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.618/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.643 - Rp13.700/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.675/USD atau semakin melemah dari posisi akhir sesi kemarin Rp13.618/USD. Pergerakan harian rupiah siang ini berada di kisaran level Rp13.616 - Rp13.688/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas hingga perdagangan sesi I hari ini semakin tak berdaya di level Rp13.685/USD. Posisi ini tidak juga membaik dari posisi kemarin di level Rp13.595/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah siang ini tertahan pada level Rp13.665/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tidak lebih baik dibandingkan posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.582/USD.
Di sisi lain, IHSG sesi I berbalik melemah hingga kehilangan 0,42% setara 27,93 poin ke level 6.615,47 setelah pada sesi pembukaan naik 2,95 poin atau 0,44% di posisi 6.646,37. Sebelumnya, IHSG kemarin ditutup menyusut ke level 6.643,40 usai anjlok 19,48 poin atau 0,29%.
Sektor saham dalam negeri siang ini hampir semuanya berada di area negatif dengan sektor aneka industri melemah terdalam sebesar 0,82% disusul sektor keuangan yang melemah 0,75. Sedangkan penguatan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan 0.30%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp9,22 triliun dengan 18,20 miliar saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp84,43 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,05 triliun serta aksi beli asing mencapai Rp2,97 triliun. Tercatat 147 saham naik, 178 saham turun dan 182 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA), PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) dan PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS). Selanjutnya saham-saham yang tercatat melemah yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) serta Bayan Resources Tbk. (BYAN).
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.680/USD atau masih memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.618/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.643 - Rp13.700/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.675/USD atau semakin melemah dari posisi akhir sesi kemarin Rp13.618/USD. Pergerakan harian rupiah siang ini berada di kisaran level Rp13.616 - Rp13.688/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas hingga perdagangan sesi I hari ini semakin tak berdaya di level Rp13.685/USD. Posisi ini tidak juga membaik dari posisi kemarin di level Rp13.595/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah siang ini tertahan pada level Rp13.665/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tidak lebih baik dibandingkan posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.582/USD.
Di sisi lain, IHSG sesi I berbalik melemah hingga kehilangan 0,42% setara 27,93 poin ke level 6.615,47 setelah pada sesi pembukaan naik 2,95 poin atau 0,44% di posisi 6.646,37. Sebelumnya, IHSG kemarin ditutup menyusut ke level 6.643,40 usai anjlok 19,48 poin atau 0,29%.
Sektor saham dalam negeri siang ini hampir semuanya berada di area negatif dengan sektor aneka industri melemah terdalam sebesar 0,82% disusul sektor keuangan yang melemah 0,75. Sedangkan penguatan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan 0.30%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp9,22 triliun dengan 18,20 miliar saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp84,43 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,05 triliun serta aksi beli asing mencapai Rp2,97 triliun. Tercatat 147 saham naik, 178 saham turun dan 182 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA), PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) dan PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS). Selanjutnya saham-saham yang tercatat melemah yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) serta Bayan Resources Tbk. (BYAN).
(akr)