Bukopin Targetkan KPR Tahun Ini Sebesar Rp1,2 Triliun

Kamis, 22 Februari 2018 - 17:44 WIB
Bukopin Targetkan KPR...
Bukopin Targetkan KPR Tahun Ini Sebesar Rp1,2 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin) menargetkan penyaluran pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tahun ini mencapai Rp1,2 triliun. Target tersebut diharapkan tercapai seiring dengan terjalinnya sinergi antara PT Bank Bukopin Tbk dengan PT Intiland Development Tbk.

Direktur Ritel Bank Bukopin Heri Purwanto mengatakan, hingga akhir tahun 2017 realisasi KPR baru bank bukopin sebesar Rp2,85 triliun atau naik Rp820 miliar dibandingkan tahun 2016.

"Memang di tahun lalu kondisi ekonomi kurang baik, namun kami lihat di tahun 2018 ada prospek membaik dan tingkat penyaluran kredit khususnya KPR bagus. Maka dari itu, kami harapkan tahun ini bisa growth Rp400 miliar untuk KPR," ujar Heri seusai acara Developer Gathering dan penandatangan MoU dengan PT Intiland Development Tbk di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Sementara itu, dari kerja sama ini pihaknya berharap dapat memperoleh kredit sebesar Rp200-400 miliar. Adapun target penyaluran kredit keseluruhan pada tahun 2018, perseroan membidik angka Rp79-80 triliun.

Angka tersebut dikontribusikan dari kredit mikro banking yang diharapkan mencapai Rp1,8 triliun, KPR sebesar Rp1,2 triliun, konsumer sekitar Rp1,6 triliun serta komersial sebesar Rp800 miliar dan lain-lain. "Sedangkan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) akan ditekan di bawah 3% hingga akhir tahun 2018," papar Heri.

Perseroan pun telah menyusun sejumlah strategi untuk menggenjot pencapaian KPR di tahun 2018. Untuk meningkatkan layanan di KPR/KPA, sambung Heri, Bukopin kembali meluncurkan program KPR 8,88 % fixed 2 tahun.

Dia memaparkan, keuntungan yang bisa didapat oleh calon nasabah yaitu bebas memilih tipe rumah dari lokasi rumah atau apartemen dengan maksimal plafond Rp5 Miliar. Jangka waktu pun dibuat fleksibel sampai dengan 20 tahun.

Periode program ini sendiri berlaku mulai dari Januari 2018 sampai dengan Juni 2018. Untuk menunjang realisasi KPR Bank Bukopin, perseroan juga memperluas kerja sama dengan developer baik existing maupun developer yang potensial.

Disisi lain, perseroan juga berencana memperkuat sisi likuiditas dengan menerbitkan obligasi pada tahun ini. Direktur Utama Bukopin Eko Gindo Rachmansyah menuturkan, Bukopin berencana menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun pada semester II/2018. "Saat ini sedang proses internal pembicaraan dengan perusahaan underwriting," ujar Eko.

Ke depan, perseroan juga siap memperkuat bisnis di sektor perdagangan untuk mendorong volume transaksional. Menurut dia, fokus pada bisnis trade finance ditujukan untuk meningkatkan fee based income. Upaya tersebut, juga diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan kredit sehingga mampu menopang kinerja perusahaan. "Laba tahun ini kami targetkan bisa tumbuh 10-15%," ungkapnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Penyebab Utama KPR...
5 Penyebab Utama KPR Ditolak oleh Bank, Apa Saja?
KPR Tapera BTN Gulirkan...
KPR Tapera BTN Gulirkan Kredit Pemilikan Rumah untuk ASN
Perayaan HUT ke 44,...
Perayaan HUT ke 44, BTN Kucurkan Kredit Rp317 Triliun
Sejak KPR Pertama Kali...
Sejak KPR Pertama Kali Hadir di 1976, BTN Sudah Kucurkan Pembiayaan Rp352 Triliun
BTN Berkomitmen Sukseskan...
BTN Berkomitmen Sukseskan Program Sejuta Rumah
Property Expo 2022 Digelar,...
Property Expo 2022 Digelar, BTN Target Salurkan Kredit Rp2,5 Triliun
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved