BI Sebut Sumatra Barat Butuh Penggerak Ekonomi Baru

Sabtu, 24 Februari 2018 - 19:29 WIB
BI Sebut Sumatra Barat...
BI Sebut Sumatra Barat Butuh Penggerak Ekonomi Baru
A A A
PADANG - Perekonomian wilayah Sumatra Barat (Sumbar) membutuhkan penggerak yang baru. Mengingat, industri pertanian di wilayah tersebut sulit dikembangkan lagi.

Kepala Perwakilan BI Sumatra Barat, Endy Dwi Tjahjono menjabarkan, keterbatasan lahan menjadi penghambat sektor pertanian di kawasan Sumbar. Mengingat mayoritas lahan di Sumbar adalah daerah perbukitan dan pegunungan.

Dia menduga ada satu sektor yang memiliki potensi besar untuk menyumbang ekonomi wilayah Sumbar. Adalah sektor pariwisata yang hingga kini belum dibangun secara maksimal. Menurut Endy, sektor pariwisata di kawasan tersebut belum maksimal lantaran minimnya investor yang masuk. Investasi di sektor pariwisata Sumbar, kata Endy, masih berskala kecil.

"Yang potensial itu pariwisata potensinya besar tapi belum banyak investor masuk ke sini yang skala besar," kata Endy pada Gathering wartawan ekonomi moneter di Padang, Sabtu (24/2/2018).

Jika melihat sektor pariwisata, memang sangat menjanjikan, bahkan menurut Endy, multiplier effect sektor pariwisata ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di mana seluruh kota dan kabupaten di Sumbar sangat antusias dengan sektor pariwisata yang juga didukung oleh Pemerintah Pusat.

BI Sumbar menyarankan agar pemerintah daerah mendorong terbukanya investasi yang akan membuka lapangan kerja baru dan juga memudahkan regulasi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
Deflasi Selama 4 Bulan,...
Deflasi Selama 4 Bulan, Ekonom Prediksi BI Rate Turun ke 6%
Terbukti Cepat, Mudah,...
Terbukti Cepat, Mudah, Mudah, dan Andal, Masyarakat Didorong Pakai BI-Fast
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Jelang Pemilu 2024,...
Jelang Pemilu 2024, Aktivitas Parpol Pacu Ekonomi Jakarta
Berita Terkini
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
8 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
14 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
30 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
36 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
40 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved