Penguatan Rupiah Diprediksi Kembali Terganggu
Senin, 26 Februari 2018 - 09:01 WIB
Penguatan Rupiah Diprediksi Kembali Terganggu
A
A
A
JAKARTA - Penguatan rupiah masih harus kembali diuji ketahanannya untuk dapat melanjutkan pergerakan positif. Pergerakan rupiah kali ini mampu melampaui target resisten Rp13.670/USD yang mengindikasikan mulai adanya dorongan naik meski terbatas.
"Meski memiliki peluang kenaikan namun, adanya pergerakan apresiasi dari USD juga berpotensi mengganggu peluang kenaikan tersebut. Tetap cermati dan waspada jika terjadi pembalikan arah dari rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (26/2/2018).
Reza memperkirakan, rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran level support Rp13.685/USD dan resisten Rp13.659/USD. Sementara, meski pergerakan USD kembali menguat pada perdagangan valas di Asia pada Jumat pekan lalu, namun tidak menghalangi laju rupiah untuk dapat berbalik positif.
Kebetulan di saat bersamaan, muncul pemberitaan terkait calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) dari dalam BI sendiri. Untuk sementara, reaksi pasar cukup positif.
Di sisi lain, rupiah juga mendapat sentimen positif dari pertumbuhan kredit perbankan hingga Januari yang telah tumbuh 7% (YoY). "Laju USD kembali naik seiring masih adanya persepsi potensi kenaikan agresif suku bunga The Fed," jelasnya.
"Meski memiliki peluang kenaikan namun, adanya pergerakan apresiasi dari USD juga berpotensi mengganggu peluang kenaikan tersebut. Tetap cermati dan waspada jika terjadi pembalikan arah dari rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (26/2/2018).
Reza memperkirakan, rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran level support Rp13.685/USD dan resisten Rp13.659/USD. Sementara, meski pergerakan USD kembali menguat pada perdagangan valas di Asia pada Jumat pekan lalu, namun tidak menghalangi laju rupiah untuk dapat berbalik positif.
Kebetulan di saat bersamaan, muncul pemberitaan terkait calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) dari dalam BI sendiri. Untuk sementara, reaksi pasar cukup positif.
Di sisi lain, rupiah juga mendapat sentimen positif dari pertumbuhan kredit perbankan hingga Januari yang telah tumbuh 7% (YoY). "Laju USD kembali naik seiring masih adanya persepsi potensi kenaikan agresif suku bunga The Fed," jelasnya.
(izz)
Lihat Juga :