Rupiah Diprediksi Bakal Lanjutkan Tren Pelemahan
Kamis, 01 Maret 2018 - 09:06 WIB
Rupiah Diprediksi Bakal Lanjutkan Tren Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah diperkirakan menjelang akhir pekan berpeluang kembali melanjutkan pelemahannya, seiring masih meningkatnya permintaan akan dolar Amerika Serikat (USD) dalam menanggapi testimoni The Fed. Sementara itu, sentimen dari dalam negeri yang masih minim, terutama jelang rilis perekonomian inflasi membuat ketahanan rupiah kian rentan.
"Tetap cermati dan waspada masih adanya pelemahan lanjutan. Estimasi rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.765/USD dan resisten Rp13.720/USD," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (1/3/2018).
Sementara, pergerakan USD yang kembali menguat seiring sikap pelaku pasar terhadap testimoni The Fed di hadapan Kongres membuat laju rupiah kemarin kembali melanjutkan pelemahannya. Di hadapan kongres, The Fed menyampaikan optimismenya terhadap pemulihan ekonomi AS.
Sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi dari sisi moneter untuk mencegah overheating ekonomi, yaitu melalui penyesuaian tingkat suku bunga. "Di sisi lain, antisipasi terhadap rilis inflasi membuat pelaku pasar menahan diri terhadap rupiah dan cenderung memilih USD," pungkasnya.
Sebelumnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) semakin terpuruk, dimana menurut indeks Bloomberg jatuh 72 poin atau 0,53% menjadi Rp13.751 per USD, dibandingkan Selasa kemarin di Rp13.679 per USD.
"Tetap cermati dan waspada masih adanya pelemahan lanjutan. Estimasi rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.765/USD dan resisten Rp13.720/USD," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (1/3/2018).
Sementara, pergerakan USD yang kembali menguat seiring sikap pelaku pasar terhadap testimoni The Fed di hadapan Kongres membuat laju rupiah kemarin kembali melanjutkan pelemahannya. Di hadapan kongres, The Fed menyampaikan optimismenya terhadap pemulihan ekonomi AS.
Sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi dari sisi moneter untuk mencegah overheating ekonomi, yaitu melalui penyesuaian tingkat suku bunga. "Di sisi lain, antisipasi terhadap rilis inflasi membuat pelaku pasar menahan diri terhadap rupiah dan cenderung memilih USD," pungkasnya.
Sebelumnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) semakin terpuruk, dimana menurut indeks Bloomberg jatuh 72 poin atau 0,53% menjadi Rp13.751 per USD, dibandingkan Selasa kemarin di Rp13.679 per USD.
(akr)