BI Beberkan Penyebab Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Kamis, 01 Maret 2018 - 17:21 WIB
BI Beberkan Penyebab...
BI Beberkan Penyebab Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan disebabkan karena pasar keuangan global tengah bergejolak.

Gejolak pasar uang global tersebut bahkan menyebabkan nilai tukar rupiah pada hari ini melemah ke level Rp13.800 per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan, pihaknya telah mengevaluasi apa yang terjadi dengan pasar keuangan global dan dampaknya terhadap pasar keuangan domestik dan nilai tukar. Salah satu penyebabnya adalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS pada akhir Januari 2018 lalu.

"Itulah saat kemudian setelah itu perkembangan pasar keuangan global baik pasar saham, obligasi, kemudian menjadi bergerak dengan cepat," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Dari pertemuan tersebut, kata dia, pasar membaca bahwa arah kebijakan Negeri Paman Sam akan lebih ketat dan suku bunga acuan AS (The Fed) akan naik lebih cepat. Meskipun pasar sebelumnya telah memperkirakan The Fed akan naik tiga kali di tahun ini, namun pertemuan FOMC tersebut mengindikasikan kenaikan suku bunga The Fed akan lebih cepat dan bisa lebih dari tiga kali di tahun ini.

"Maka ketika FOMC muncul di akhir Januari dan menunjukkan pernyataan The Fed lebih yakin naikkan suku bunga, membuat market melakukan penyesuaian terhadap ekspektasi suku bunga ke depan," imbuh dia.

Selain pertemuan FOMC tersebut, lanjutnya, hal lain yang menyebabkan gejolak tesebut adalah adalah peristiwa penghentian aktivitas pemerintahan (government shutdown). Selain itu, adanya kesepakatan yang menambah ruang bagi defisit di AS sekitar USD200 miliar.

"Selain faktor tax reform yang disetujui akhir tahun lalu, itu semua menimbulkan ekspektasi yield di AS akan semakin naik. Supply bond dan obligasi di AS akan membengkak. Ini kemudian kombinasi arah pernyataan The Fed, fakta defisit fiskal di AS semakin besar, menyebabkan ekspektasi kenaikan suku bunga makin kuat," tuturnya.

Terlebih, pada awal Februari data-data di AS seperti upah dan produksi terlihat positif. Sehingga, pasar membaca bahwa kenaikan suku bunga AS diperkirakan bisa lebih dari tiga kali.

"Kombinasi faktor ini kemudian menyebabkan pasar keuangan global bergejolak. Sempat terjadi koreksi harga saham di AS 4-6% dalam sehari, karena memang kekhawatiran suku bunga tadi. Kemudian waktu Powell pidato juga saham AS jatuh. Karena pasar AS sangat dominan, pasti akan ada rembesan ke pasar keuangan global. Karena kalau ada kenaikan suku bunga, maka dana yang berputar di dunia akan menyusut dan kembali ke AS," paparnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Rupiah Ambles Tembus...
Rupiah Ambles Tembus Rp17 Ribu, Perry Warjiyo Blak-blakan Soal Strategi Intervensi BI
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
5 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
8 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
9 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved