IHSG Dibuka Berbalik Melemah Saat Bursa Jepang Kehilangan 607 Poin
Jum'at, 02 Maret 2018 - 09:54 WIB
IHSG Dibuka Berbalik Melemah Saat Bursa Jepang Kehilangan 607 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (2/3/2018) dibuka berbalik melemah, ketika kemarin sempat berakhir pada zona hijau. Hari ini IHSG dibuka turun 10,16 poin atau setara dengan 0,154% menjadi 6.595,88.
Sebelumnya Bursa saham Tanah Air pada perdagangan Kamis kemarin menghijau dengan tambahan 8,84 poin atau 0,13% ke level 6.606,05 untuk menjaga tren positif sepanjang hari ini.
Sektor saham pagi ini mayoritas berada dalam tren negatif dipimpin pelemahan terbesar menimpa pertambangan 1,08% diikuti kejatuhan sektor perkebunan mencapai 0,91%. Sedangkan satu-satunya sektor yang menguat yakni aneka industri dengan kenaikan tipis 0,01%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp240 miliar dengan 455 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp14,67 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp66,39 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp51,71 miliar. Tercatat 71 saham menguat, 124 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik Rp350 menjadi Rp11.500, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) meningkat sebesar Rp195 ke posisi Rp995 dan PT Indospring Tbk. (INDS) bertambah Rp70 menjadi Rp1.800.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp500 menjadi Rp79.325, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) berkurang Rp325 ke level Rp10.925 serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) kehilangan Rp50 menjadi Rp7.725.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia sebagian besar menyusut pada awal perdagangan hari ini saat saham-saham produsen baja dan mobil jatuh cukup curam. Hal ini mengikuti bursa saham AS yang berakhir tak berdaya terimbas pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait penerapan tarif tinggi impor baja dan alumunium.
Indeks Nikkei Jepang di Tokto mengalami kejatuhan 607,34 poin atau 2,8% saat saham perusahaan baja lebih rendah. JFE Holdings menurun 2,45% mengiringi pelemahan Nisshin Steel yang kehilangan 2,19% dan Kobe Steel ambruk 2,59%.
Produsen mobil yang menggunakan produk baja dan aluminium, juga terimbas komentar Trump ketika Honda Motor dan Toyota Motor tenggelam masing-masing sebesar 3,63% dan 2,4%. Sektor lain termasuk teknologi juga lebih rendah saat Sony menyusut 1,85% serta SoftBank Grup melemah 3,72%.
Di tempat lain, Kospi menurun 1,53% terserat kinerja negatif saham teknologi dan manufaktur. Saham perusahaan raksasa seperti Samsung Electronics jatuh 1,78% dalam perdagangan awal. Sementara produsen baja Posco dan BNG Steel juga kehilangan masing-masing 3,32% dan 2,99%.
Bursa saham Australia S & P/ASX 200 juga tergelincir 0,92%. Sedangkan pasar saham daratan China juga merosot mengikuti pasar regional yang lebih rendah, dengan indeks Hang Seng di Hong Kong jatuh 1,46% pada awal perdagangan. Selanjutnya komposit Shanghai melemah 0,58% dan komposit Shenzhen lebih rendah 0,12%.
Sebelumnya Bursa saham Tanah Air pada perdagangan Kamis kemarin menghijau dengan tambahan 8,84 poin atau 0,13% ke level 6.606,05 untuk menjaga tren positif sepanjang hari ini.
Sektor saham pagi ini mayoritas berada dalam tren negatif dipimpin pelemahan terbesar menimpa pertambangan 1,08% diikuti kejatuhan sektor perkebunan mencapai 0,91%. Sedangkan satu-satunya sektor yang menguat yakni aneka industri dengan kenaikan tipis 0,01%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp240 miliar dengan 455 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp14,67 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp66,39 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp51,71 miliar. Tercatat 71 saham menguat, 124 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik Rp350 menjadi Rp11.500, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) meningkat sebesar Rp195 ke posisi Rp995 dan PT Indospring Tbk. (INDS) bertambah Rp70 menjadi Rp1.800.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp500 menjadi Rp79.325, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) berkurang Rp325 ke level Rp10.925 serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) kehilangan Rp50 menjadi Rp7.725.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia sebagian besar menyusut pada awal perdagangan hari ini saat saham-saham produsen baja dan mobil jatuh cukup curam. Hal ini mengikuti bursa saham AS yang berakhir tak berdaya terimbas pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait penerapan tarif tinggi impor baja dan alumunium.
Indeks Nikkei Jepang di Tokto mengalami kejatuhan 607,34 poin atau 2,8% saat saham perusahaan baja lebih rendah. JFE Holdings menurun 2,45% mengiringi pelemahan Nisshin Steel yang kehilangan 2,19% dan Kobe Steel ambruk 2,59%.
Produsen mobil yang menggunakan produk baja dan aluminium, juga terimbas komentar Trump ketika Honda Motor dan Toyota Motor tenggelam masing-masing sebesar 3,63% dan 2,4%. Sektor lain termasuk teknologi juga lebih rendah saat Sony menyusut 1,85% serta SoftBank Grup melemah 3,72%.
Di tempat lain, Kospi menurun 1,53% terserat kinerja negatif saham teknologi dan manufaktur. Saham perusahaan raksasa seperti Samsung Electronics jatuh 1,78% dalam perdagangan awal. Sementara produsen baja Posco dan BNG Steel juga kehilangan masing-masing 3,32% dan 2,99%.
Bursa saham Australia S & P/ASX 200 juga tergelincir 0,92%. Sedangkan pasar saham daratan China juga merosot mengikuti pasar regional yang lebih rendah, dengan indeks Hang Seng di Hong Kong jatuh 1,46% pada awal perdagangan. Selanjutnya komposit Shanghai melemah 0,58% dan komposit Shenzhen lebih rendah 0,12%.
(akr)
Lihat Juga :